Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa setiap proyek waste to energy (WTE) memerlukan biaya antara 150 hingga 200 juta dollar AS, atau setara dengan Rp 2,5 hingga Rp 3,3 triliun.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Proyek ambisius ini ditargetkan menjadi konversi limbah menjadi energi terbesar di dunia, dengan sepuluh proyek yang direncanakan selesai pada akhir tahun 2025.
Kebutuhan Investasi untuk Proyek WTE
Pandu Sjahrir menyatakan bahwa total investasi yang diperlukan untuk merealisasikan 33 proyek di berbagai daerah mencapai Rp 91 triliun, mencakup biaya operasional serta pembangunan fasilitas pengolahan sampah.
Sebagai langkah awal, Danantara akan melakukan tender investasi dalam waktu enam hingga delapan minggu ke depan, menunjukkan komitmen untuk segera memulai proyek ini.
CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, menyebutkan bahwa banyak perusahaan lokal dan internasional telah menunjukkan ketertarikan untuk berinvestasi, termasuk dari China, Korea, Belanda, Jerman, Jepang, Australia, Singapura, dan Malaysia.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan
Model Proyek Berbasis Pengalaman di Luar Negeri
Pandu Sjahrir menjelaskan bahwa proyek WTE di Indonesia akan menerapkan model yang sudah sukses di China pada 2007–2008, saat itu beberapa kota besar di sana menghadapi masalah lingkungan akibat peningkatan produksi sampah.
Setelah program tersebut dijalankan, China mengalami kekurangan sampah untuk diolah, hal ini menunjukkan potensi keberhasilan dari proyek WTE.
Pandu menekankan pentingnya belajar dari praktik terbaik negara-negara yang telah berhasil dalam manajemen limbah, guna memastikan keberhasilan di Indonesia.
Strategi Pengembangan dan Kemitraan
Danantara membuka peluang kerjasama di proyek ini, baik dari aspek teknis maupun pembiayaan, berpotensi sebagai pemegang saham mayoritas atau minoritas sesuai kesepakatan.
Pandu menyatakan, 'Jika Anda tertarik, beri tahu kami. Ada beberapa orang di Danantara di sini. Saya sangat senang karena ada begitu banyak minat untuk ini.'
Dengan meningkatnya minat dari berbagai pihak, Danantara berharap proyek WTE ini dapat menjadi solusi inovatif untuk masalah limbah dan sekaligus menghasilkan energi baru bagi masyarakat.
Baca juga: Presiden Prabowo Berikan Penghargaan bagi Polisi Terluka dalam Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: