Cuaca panas ekstrem sedang melanda berbagai wilayah di Indonesia, khususnya Pulau Jawa dan Bali, dengan temperatur yang cukup mencolok.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi ini sebagian besar diakibatkan oleh pergeseran posisi matahari.
Penyebab Cuaca Panas Ekstrem
BMKG menjelaskan bahwa suhu panas yang sangat tinggi belakangan ini disebabkan oleh pergeseran semu matahari ke arah selatan Indonesia.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menyatakan, "Saat ini kenapa terlihat sangat panas? Karena di sisi selatan, matahari sekarang itu udah bergeser, di posisi di selatan wilayah Indonesia."
Akibat dari pergeseran tersebut, pertumbuhan awan hujan menjadi minim dan mengakibatkan sinar matahari langsung tidak terhalang.
Guswanto menambahkan, "Dan ini juga menyebabkan pertumbuhan awan hujan itu juga sudah jarang di wilayah selatan. Sehingga inilah yang terasa panas, tidak ada awan yang menutup sinar matahari langsung."
Prediksi Perubahan Cuaca
BMKG memeriksa kemungkinan cuaca panas ekstrem ini akan mereda menjelang akhir Oktober 2025, seiring dengan datangnya musim hujan.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengungkapkan, "Cuaca panas ekstrem kemungkinan akan mulai mereda akhir Oktober hingga awal November, seiring masuknya musim hujan dan peningkatan tutupan awan."
Dwikorita menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena pergeseran semu matahari yang mengganggu tutupan awan, memungkinkan sinar matahari menembus langsung permukaan.
Dia menambahkan, "Kenapa terasa makin panas? Pertama, minim tutupan awan, sinar matahari langsung menembus tanpa hambatan."
Suhu Panas di Berbagai Wilayah
Dampak dari cuaca panas ekstrem ini terlihat di banyak daerah. DKI Jakarta mencatat suhu mencapai 35°C.
Wilayah Surabaya dan Sidoarjo di Jawa Timur juga mengalami suhu tinggi hingga 36°C. Guswanto menyebutkan, "Beberapa wilayah yang mencatat suhu tertinggi dan paling terdampak antara lain DKI Jakarta suhu mencapai 35°C. Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur suhu hingga 36°C."
Bali dan Nusa Tenggara mencatat suhu yang tidak jauh berbeda, mencapai angka 35°C.
BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari paparan sinar matahari langsung, terutama pada jam-jam tertentu, serta menggunakan pelindung diri seperti topi, payung, dan sunscreen saat beraktivitas di luar.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: