Rabu, 08 OKTOBER 2025 • 10:54 WIB

Menu Makan Bergizi Gratis di SDN Mampang: Kontroversi dan Tanggapan Warganet

Author

Menu Makan Bergizi Gratis di SDN Mampang: Kontroversi dan Tanggapan Warganet

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterapkan di SDN Mampang, Depok, Jawa Barat, baru-baru ini mencuri perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024

Dengan menu yang terdiri dari pangsit dan kentang rebus, program ini menarik beragam tanggapan, terutama dari para orang tua siswa.

Deskripsi Menu MBG

Program MBG di SDN Mampang menyajikan menu yang terdiri dari potongan kentang rebus, irisan wortel, pangsit goreng, saus saset, dan jeruk. Pada beberapa hari, menu ini menggantikan nasi dengan kentang sebagai sumber karbohidrat.

Iwan Setiawan, Kepala Sekolah SDN Mampang 1, menyatakan, 'Sudah satu minggu (program MBG) dari minggu kemarin itu, makanannya kan bervariasi.' Ia menekankan pentingnya variasi dalam penyajian makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak.

Pangsit goreng dalam menu ini berisi telur dan daging, serta tahu goreng sebagai sumber protein tambahan. Ini menunjukkan bahwa sekolah berupaya memberikan makanan yang bergizi dan menarik bagi siswa.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi

Reaksi Orang Tua dan Diskusi di Media Sosial

Walaupun Iwan mengklaim bahwa menu MBG sudah sesuai dengan standar gizi, beberapa orang tua mengungkapkan ketidakpuasan terhadap pilihan menu. 'Tapi kan yang SPPG itu punya ahli gizi sendiri, standar sendiri bahwa hari ini itu dia makannya apa,' ungkap Iwan.

Postingan di media sosial tentang menu MBG menunjukkan adanya kekecewaan di kalangan orang tua. Hal ini melahirkan diskusi yang tak hanya terbatas di kalangan orang tua, tetapi juga mencuat di antara pengguna media sosial.

Iwan menambahkan, 'Cuma yang hari ini ada orang tua yang tidak sesuai dengan selera.' Ini menunjukkan bahwa meskipun menu dirancang berdasarkan kebutuhan gizi, preferensi individu tetap menjadi faktor penting.

Kepuasan Siswa dan Tantangan Menu

Di sisi lain, Iwan mengungkapkan bahwa para siswa umumnya menunjukkan kepuasan terhadap menu yang disajikan. 'Dari pertama sampai kemarin hari Jumat itu menu bervariasi dan anak-anak senang sih sebenarnya kemarin,' ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa seringkali anak-anak meminta agar program MBG ini terus berlanjut, menandakan adanya respon positif dari siswa terhadap makanan yang disediakan.

Namun, kompleksitas dalam memenuhi harapan orang tua dan kebutuhan gizi siswa tetap menjadi tantangan bagi sekolah. Iwan menegaskan, 'Cuma yang hari ini ada orang tua yang tidak sesuai dengan selera. Itu aja sih sebenarnya.'

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU