Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 13:23 WIB

Pentingnya Keamanan Pangan: BGN Nonaktifkan SPPG Pasca Insiden Keracunan

Author

Pentingnya Keamanan Pangan: BGN Nonaktifkan SPPG Pasca Insiden Keracunan

Badan Gizi Nasional (BGN) telah menghentikan sementara 56 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait insiden keracunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil untuk melindungi keselamatan masyarakat, terutama anak-anak yang menjadi penerima program itu.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengungkapkan bahwa evaluasi menyeluruh sedang dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan pangan guna mencegah kejadian serupa.

Penyebab dan Dampak Insiden Keracunan

Kasus keracunan di program MBG telah memicu keprihatinan di tengah masyarakat. Data menunjukkan bahwa dari Januari hingga September 2025, lebih dari 5.000 kasus keracunan telah dilaporkan, menggambarkan adanya masalah serius dalam pelaksanaan program tersebut.

Untuk melindungi penerima manfaat, BGN mengaktifkan langkah penonaktifan 56 SPPG yang terlibat. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan melakukan pemeriksaan laboratorium untuk menentukan langkah-langkah yang diperlukan terhadap fasilitas yang terlibat.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan

Tindakan Penanggulangan dan Peningkatan Standar Keamanan Pangan

BGN berkomitmen untuk mencegah insiden serupa di masa depan melalui penguatan pengawasan dan kepatuhan terhadap standar kebersihan. Nanik S. Deyang menegaskan bahwa menjaga kualitas dan keamanan makanan adalah faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Sebagai upaya proaktif, BGN juga telah membuka kanal pengaduan masyarakat. Khairul Hidayati, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, menambahkan bahwa monitoring yang ketat menjadi kunci untuk mendeteksi dan mengatasi masalah lebih awal.

Instruksi Presiden untuk Meningkatkan Kebersihan di SPPG

Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi kepada seluruh menteri untuk meningkatkan pengelolaan SPPG. Dalam arahan tersebut, ia menekankan perlunya setiap dapur memenuhi standar kebersihan yang ketat.

Ia juga meminta penggunaan alat dapur modern untuk memastikan kebersihan dalam proses pengolahan makanan. Salah satu langkah penting yang diambil adalah setiap dapur diwajibkan memiliki alat uji keamanan makanan sebelum distribusi.

Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU