Senin, 22 SEPTEMBER 2025 • 21:02 WIB

Bentrokan Demo Besar di Filipina Berakhir dengan Penahanan

Author

Bentrokan Demo Besar di Filipina Berakhir dengan Penahanan

Demonstrasi besar-besaran di Filipina pada 21 September 2025 berujung pada bentrokan antara ribuan demonstran dan aparat kepolisian. Dalam insiden tersebut, 20 orang ditahan dan puluhan petugas polisi mengalami cedera.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan

Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh tuntutan masyarakat terhadap pertanggungjawaban pemerintah atas dugaan korupsi dalam penanganan banjir, dengan laporan partisipasi mencapai 80.000 orang.

Ribuan Orang Turun ke Jalan

Pada Minggu, 21 September 2025, ribuan orang berkumpul di lokasi-lokasi utama seperti People Power Monument dan Rizal Park untuk melakukan aksi unjuk rasa. Laporan dari Inquirer menyebutkan sekitar 49.000 orang berkumpul di Taman Luneta, sementara penyelenggara memperkirakan sebanyak 80.000 demonstran hadir dalam aksi tersebut.

Aksi tersebut dikhususkan untuk mengungkapkan kekecewaan masyarakat terhadap dugaan penyimpangan dalam proyek pengendalian banjir yang dikelola pemerintah. Ketidakpuasan ini menjadi semakin mendalam setelah beberapa laporan mengenai korupsi yang terungkap belakangan ini.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Pertikaian dengan Aparat Kepolisian

Bentrokan antara demonstran dan polisi terjadi di beberapa lokasi, di mana para petugas mengklaim bahwa para demonstran melakukan tindakan vandalisme, termasuk membakar truk trailer. Kejadian ini memicu reaksi yang cepat dari pihak kepolisian untuk mengendalikan situasi.

Sebanyak 20 orang ditangkap dan 39 petugas polisi dilaporkan mengalami luka akibat kekerasan yang terjadi selama aksi tersebut. Kepolisian Nasional Filipina mengingatkan bahwa meskipun menghormati hak untuk berkumpul secara damai, tindakan kekerasan dapat mengancam nyawa dan merusak pesan yang ingin disampaikan oleh demonstran.

Reaksi Pemerintah dan Langkah Pengaman

Presiden Ferdinand R Marcos Jr memerintahkan polisi untuk menerapkan 'toleransi maksimal' dalam menghadapi demonstrasi tersebut, menyampaikan bahwa tindakan keras tidak boleh mengakibatkan cedera. Dia menegaskan pentingnya menjaga ketertiban sambil tetap mengamankan hak berkumpul.

Menteri Dalam Negeri, Jonvic Remulla, menekankan bahwa pihaknya akan melindungi hak warga untuk berkumpul secara damai namun tidak akan mengizinkan ketidakstabilan dan kekerasan. Sebagai langkah tambahan, Wali Kota Manila, Francisco Isko Moreno Domagoso, memberlakukan jam malam bagi anak di bawah usia 17 tahun, yang berlangsung dari pukul 10 malam hingga 4 pagi.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU