BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 04 MEI 2026 • 18:55 WIB

Krisis Lingkungan Pesisir Pantura: Tantangan dan Solusi Berkumpul di Meja Runding

Krisis Lingkungan Pesisir Pantura: Tantangan dan Solusi Berkumpul di Meja RundingKrisis Lingkungan Pesisir Pantura: Tantangan dan Solusi Berkumpul di Meja Runding

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menekankan kondisi kritis pesisir Pantura Jawa dalam rapat koordinasi baru-baru ini.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian

Penurunan permukaan tanah yang mencapai 15 hingga 20 cm per tahun mengancam kehidupan masyarakat di daerah tersebut.

Dampak Penurunan Permukaan Tanah di Pantura

Dalam rapat yang berlangsung pada 4 Mei 2026, AHY menjelaskan tantangan besar yang dihadapi Pantura akibat penurunan permukaan tanah yang terus berlanjut.

Dia menjelaskan, 'Setiap saat seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya beberapa kali, mengatakan telah terjadi penurunan permukaan tanah mulai 15 cm hingga 20 cm per tahun.'

Kenaikan permukaan air laut yang dipicu oleh pemanasan global juga memberikan tekanan tambahan, dengan angka kenaikan antara 0,8 cm hingga 1,2 cm per tahun.

Tanpa penanganan serius, AHY memperingatkan bahwa pada tahun 2050, kondisi di Pantura bisa semakin parah, berpotensi menghancurkan properti dan merusak rumah warga.

Masalah Krisis Air Bersih dan Ekonomi Terancam

Selain bencana alam, AHY mengangkat isu krisis air bersih yang mengganggu kesejahteraan masyarakat di Pantura.

Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus

Dia menekankan, 'Ini juga harus kita tangani secara serius,' merujuk pada kesulitan warga dalam memperoleh akses air bersih di tengah banjir.

Krisis air bersih menjadi perhatian penting, karena kelangsungan hidup masyarakat sangat bergantung pada ketersediaan air bersih.

AHY juga mengungkapkan bahwa jika masalah ini tidak diatasi, akan berimbas pada ekonomi Indonesia, di mana Pantura diproyeksikan berkontribusi sebesar 27,53% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2025.

Urgensi Kolaborasi untuk Solusi Berkelanjutan

Beliau menyerukan perlunya kolaborasi yang kuat antar semua pihak untuk menangani permasalahan ini secara efektif.

AHY menegaskan, 'Jika kita memiliki proyeksi yang positif, maka kita harus menangani kondisi Pantura Jawa ini dengan baik dan serius.'

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Krisis Lingkungan Pesisir Pantura: Tantangan dan Solusi Berkumpul di Meja Runding

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!