BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 10 MARET 2026 • 13:21 WIB

Serangan Siber dari Kelompok Peretas Iran: Ancaman Besar bagi Keamanan AS

Serangan Siber dari Kelompok Peretas Iran: Ancaman Besar bagi Keamanan ASSerangan Siber dari Kelompok Peretas Iran: Ancaman Besar bagi Keamanan AS

Kelompok hacker MuddyWater dari Iran telah berhasil menyusup ke sistem organisasi penting di Amerika Serikat, termasuk bank dan bandara.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Tembakan Gas Air Mata dan Provokasi di Depan Kampus

Penetrasi ini, yang terdeteksi berlangsung sejak awal Februari 2026, menimbulkan kekhawatiran akan potensi serangan siber yang lebih besar.

Penetrasi Jaringan Oleh Kelompok MuddyWater

MuddyWater diyakini memiliki koneksi dengan Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran (MOIS), yang terkenal menjalani operasi siber di seluruh dunia.

Menurut laporan, aktivitas mereka meningkat pasca serangan militer oleh AS dan Israel pada tanggal 28 Februari, yang menunjukkan bahwa mereka memanfaatkan situasi tersebut untuk memperluas jangkauan operasi siber mereka.

Laporan dari The Register mengungkapkan bahwa keberadaan mereka di dalam jaringan menunjukkan potensi celah yang dapat dimanfaatkan untuk serangan yang lebih besar.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Penemuan Malware dan Teknik Peretasan

Peneliti dari Symantec dan Carbon Black menemukan backdoor baru yang dinamakan 'Dindoor', yang memungkinkan kontrol jarak jauh terhadap sistem yang terinfeksi.

Malware ini dideksi di berbagai jaringan, termasuk perusahaan teknologi yang beroperasi di Israel, serta pada sistem bank di AS dan organisasi nirlaba di Kanada.

Sebuah backdoor lain, 'Fakeset', juga ditemukan dalam jaringan bandara dan lembaga non-profit di Amerika, yang mengindikasikan luasnya operasi MuddyWater.

Ancaman Terhadap Keamanan Data dan Spionase Digital

Penelitian menunjukkan upaya pencurian data dari perusahaan software yang mendukung industri pertahanan dan kedirgantaraan, yang menambah risiko terhadap keamanan nasional AS.

Data tersebut tampaknya berusaha dikirim ke cloud eksternal; namun, masih belum ada kepastian apakah upaya ini berhasil.

Selain itu, bisnis dan institusi di kawasan Timur Tengah juga menunjukkan peningkatan aktivitas spionase digital dalam waktu dekat, menambah kompleksitas ancaman siber yang ada.

Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Serangan Siber dari Kelompok Peretas Iran: Ancaman Besar bagi Keamanan AS

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!