BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 10 MARET 2026 • 13:35 WIB

Kesepian dan Risiko Demensia: Apa yang Harus Diketahui

Kesepian dan Risiko Demensia: Apa yang Harus DiketahuiKesepian dan Risiko Demensia: Apa yang Harus Diketahui

Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa kesepian dapat meningkatkan risiko demensia hingga 31 persen, berpotensi mempengaruhi kesehatan kognitif banyak orang. Penelitian ini, melibatkan lebih dari 600.000 peserta, menjadi sinyal penting untuk perhatian kesehatan mental di masyarakat.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilakukan oleh akademisi di Florida State University College of Medicine, temuan ini diungkap dalam jurnal National Mental Health dan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang dampak serius dari kesepian.

Hubungan Antara Kesepian dan Demensia

Studi ini meneliti hubungan antara kesepian dan kemungkinan terjadinya demensia, termasuk Alzheimer dan demensia vaskular. Dengan menganalisis 21 studi sebelumnya, peneliti mengungkapkan bahwa kesepian memiliki korelasi signifikan terhadap gangguan kognitif.

Martina Luchetti, penulis utama, menjelaskan bahwa demensia adalah sebuah spektrum. Ia menyoroti pentingnya memahami hubungan antara kesepian dan kesehatan kognitif untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, mengatakan, "Kesepian, ketidakpuasan dengan hubungan sosial, dapat memengaruhi fungsi kognitif dan kehidupan sehari-hari."

Kualitas hubungan sosial, bukan hanya jumlah interaksi, menjadi faktor penentu dalam hal ini. Memahami karakteristik dan dampak kesepian dapat membantu individu keluar dari risiko yang mengarah pada demensia.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Faktor Risiko Kesepian

Penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat meningkatkan kesepian, seperti gangguan penglihatan, pendengaran, dan masalah mobilitas. Kematian orang terkasih dan perubahan status sosial juga dilaporkan berkontribusi pada rasa kesepian.

Kondisi di mana seseorang merasa terisolasi di tengah keramaian adalah perhatian penting. Konsep kesepian ini tidak sekadar tentang seberapa banyak orang di sekeliling, tetapi mengacu pada kurangnya hubungan yang bermakna dan rasa memiliki.

Kesepian dapat menghasilkan gejala psikologis, seperti depresi, serta perilaku tidak sehat lain, termasuk kurangnya aktivitas fisik. Semua faktor ini berhubungan erat dengan penurunan fungsi kognitif, menambah risiko terjadinya demensia.

Langkah Pencegahan Kesepian

Pencegahan kesepian menjadi fokus penting dalam penelitian ini. Memelihara dan membangun hubungan sosial yang sehat adalah langkah awal yang sangat dianjurkan bagi individu.

Membantu mereka yang merasa kesepian dengan menjalin komunikasi bisa menjadi penguat semangat. Luangkan waktu untuk menghubungi dan berinteraksi, baik melalui telepon, pesan, atau kunjungan.

Interaksi semacam ini dapat memberikan motivasi untuk mengatasi rasa terisolasi dan meningkatkan kesehatan mental. Dengan langkah-langkah sederhana ini, diharapkan dapat mengurangi risiko demensia dan menciptakan masyarakat yang saling mendukung.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kesepian dan Risiko Demensia: Apa yang Harus Diketahui

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!