Hujan Lebat Geruduk Jakarta dan Banten, Banjir Diancam di Beberapa Daerah
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa Jakarta dan Banten mengalami hujan lebat yang menyebabkan banjir di berbagai lokasi. Curah hujan tersebut terjadi antara 6 hingga 9 Maret 2026 dengan intensitas yang mengkhawatirkan.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Wilayah Banten mencatat curah hujan harian puncak sebesar 141.8 mm, sementara Jakarta Timur mencatat 123.4 mm. Hujan ini diperkirakan disebabkan oleh penguatan Monsun Asia yang memengaruhi cuaca di kawasan tersebut.
Selama periode antara 6 hingga 9 Maret 2026, BMKG mencatat hujan lebat di berbagai daerah di Indonesia. Provinsi Banten melaporkan curah hujan harian mencapai 141,8 mm, sedangkan Jakarta Timur mencatat 123,4 mm.
Bukan hanya di Jakarta dan Banten, hujan juga terjadi di wilayah lain seperti Sulawesi Selatan dengan curah hujan 84,4 mm/hari dan Bengkulu dengan 82,9 mm/hari. Fenomena ini menimbulkan risiko banjir yang serius, khususnya di Jakarta dan Banten.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation: Tuduhan Provokasi Anarkis
Kabupaten Tangerang mengalami banjir parah akibat hujan lebat tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada 40 desa terendam di 15 kecamatan, dengan ketinggian air yang bervariasi antara 20 hingga 80 sentimeter.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, menyatakan, 'Banjir ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (7/3).' Beberapa kecamatan lain di kota Tangerang juga merasakan dampak serupa.
BMKG menjelaskan bahwa tingginya intensitas hujan di wilayah selatan Indonesia disebabkan oleh penguatan Monsun Asia. Aliran angin dari Laut Cina Selatan telah membawa kelembapan yang signifikan ke wilayah tersebut.
Di samping itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) juga berpengaruh pada fenomena cuaca ini dengan menguatkan anomali angin baratan, yang mendukung proses pembentukan awan hujan. Situasi atmosfer yang tidak stabil dan kelembapan tinggi di barat Jawa semakin meningkatkan potensi hujan lebat.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: