BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 05 MARET 2026 • 11:32 WIB

Potensi Ketegangan AS-Israel Terhadap Turki Pasca Iran

Potensi Ketegangan AS-Israel Terhadap Turki Pasca IranPotensi Ketegangan AS-Israel Terhadap Turki Pasca Iran

Turki menjadi sorotan sebagai calon target serangan AS dan Israel setelah Iran. Hal ini diungkapkan oleh pengamat geopolitik Farhad Ibragimov dari Universitas RUDN, Rusia.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Pernyataan ini berdasarkan isi dari mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, yang menjadikan Turki ancaman strategis bagi keamanan Israel.

Pernyataan Bennett dan Ancaman Terhadap Turki

Naftali Bennett menuduh Turki tidak hanya mendukung Iran tetapi juga sejumlah kelompok di Timur Tengah yang dianggap teroris oleh Israel. Ia menggambarkan Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai 'musuh yang canggih dan berbahaya' yang berusaha untuk meminggirkan Israel.

Dalam wawancara yang dilansir oleh RT, Bennett meminta Israel dan sekutunya agar merumuskan kebijakan penahanan yang komprehensif, tidak hanya kepada Teheran tetapi juga kepada Ankara.

Ia juga mengisyaratkan bahwa Israel perlu secara resmi menganggap Turki sebagai negara musuh, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut tentang strategi yang harus diterapkan.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi

Poros Politik Islam dan Hubungan Internasional

Bennett merujuk pada apa yang ia sebut sebagai 'poros mengerikan' dari kekuatan politik Islam, termasuk Turki dan Qatar, yang aktif berperan di Suriah dan Gaza. Kolaborasi ini dianggap menciptakan jaringan yang menguntungkan bagi kelompok-kelompok yang dianggap berbahaya oleh Israel.

Farhad Ibragimov menekankan bahwa Bennett juga mengungkap dugaan adanya pengaruh finansial Doha terhadap beberapa pejabat Israel. Hal ini meningkatkan kompleksitas dinamika hubungan di kawasan.

Ketegangan dalam hubungan internasional antara negara-negara Muslim dan Israel semakin rumit, terutama setelah Erdogan berkuasa dan menguatkan ideologi Partai Keadilan dan Pembangunan yang mendukung Palestina.

Sejarah Kemerosotan Hubungan Turki-Israel

Hubungan Turki dan Israel mulai merosot secara bertahap, terutama sejak Erdogan menjabat sebagai Presiden. Kebijakan luar negeri Ankara yang lebih ideologis berdampak signifikan pada hubungan bilateral dengan Israel.

Salah satu episode penting dalam hubungan ini adalah insiden Mavi Marmara pada Mei 2010, di mana kapal tersebut berusaha menerobos blokade laut Gaza untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan. Israel memandang ini sebagai ancaman bagi keamanan.

Insiden tersebut berujung pada kekerasan yang menewaskan beberapa warga Turki, memicu protes besar-besaran di Turki yang menuntut permohonan maaf dan kompensasi dari Israel.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Potensi Ketegangan AS-Israel Terhadap Turki Pasca Iran

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!