BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 04 MARET 2026 • 23:13 WIB

Kasus Korupsi Bupati Pekalongan: Fadia Arafiq Ditangkap KPK

Kasus Korupsi Bupati Pekalongan: Fadia Arafiq Ditangkap KPKKasus Korupsi Bupati Pekalongan: Fadia Arafiq Ditangkap KPK

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terlibat dalam intervensi pengadaan barang dan jasa di Pemkab Pekalongan.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz

Bersama anaknya, Muhammad Sabiq Ashraff, Fadia diduga berusaha memenangkan perusahaan milik mereka, PT RNB, di berbagai proyek pemerintah.

Dugaan Intervensi dalam Pengadaan

Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa Fadia Arafiq diduga melakukan intervensi kepada kepala dinas untuk mengutamakan PT RNB dalam pengadaan barang dan jasa.

Anaknya, Muhammad Sabiq Ashraff, yang juga anggota DPRD, diduga membantu dalam proses intervensi ini bersama kelompok orang dekat mereka.

Meskipun terdapat perusahaan lain yang menawarkan harga lebih rendah, PT RNB tetap dipilih, yang dapat berpotensi merugikan keuangan negara.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol

Prosedur Pengadaan yang Melanggar Aturan

Dalam konferensi pers, Asep mengungkapkan bahwa setiap dinas diwajibkan menyerahkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) kepada PT RNB di awal proses pengadaan.

Praktik ini dianggap memberikan keuntungan tidak adil bagi PT RNB dan bertentangan dengan prosedur pengadaan yang berlaku.

Selama tahun 2025, PT RNB hampir menguasai seluruh proyek di Pemkab Pekalongan, termasuk pengadaan jasa outsourcing di 17 Perangkat Daerah dan 3 RSUD.

Kerugian Finansial dan Pembagian Keuntungan

Total transaksi yang dialokasikan untuk PT RNB mencapai Rp46 miliar, namun hanya Rp22 miliar yang digunakan untuk membayar gaji pegawai outsourcing.

Sisanya, sekitar Rp19 miliar, diduga dinikmati oleh keluarga bupati, menunjukkan adanya pembagian keuntungan yang diduga melibatkan Fadia dan keluarganya.

Fadia Arafiq diduga mengatur distribusi uang tersebut melalui grup komunikasi yang dinamakan 'Belanja RSUD', menandakan adanya rencana sistematis dalam praktik korupsi.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kasus Korupsi Bupati Pekalongan: Fadia Arafiq Ditangkap KPK

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!