BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 04 MARET 2026 • 23:00 WIB

Penyakit Gagal Ginjal: Biaya BPJS Kesehatan Terus Membengkak

Penyakit Gagal Ginjal: Biaya BPJS Kesehatan Terus MembengkakPenyakit Gagal Ginjal: Biaya BPJS Kesehatan Terus Membengkak

Penyakit gagal ginjal menjadi sorotan utama dalam peningkatan biaya layanan BPJS Kesehatan. Penyakit ini kini menjadi salah satu penyebab terbesar dari beban biaya tahunan.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail

Sutopo Patria Jati, Direktur Perencanaan dan Pengembangan BPJS Kesehatan, menekankan pentingnya pengendalian penyakit mahal ini agar keuangan lembaga tersebut tidak semakin tertekan.

Perubahan Peta Penyakit dan Beban Biaya

Dalam setahun terakhir, peta penyakit yang membebani anggaran BPJS Kesehatan mengalami perubahan signifikan. Penyakit jantung, yang menduduki posisi pertama di tahun 2024 dengan 22,55 juta kasus, menorehkan biaya mencapai Rp 19,25 triliun.

Namun, di tahun 2025, gagal ginjal melesat ke peringkat kedua dengan 12,68 juta kasus dan biaya mencapai Rp 13 triliun. Ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap penyakit ini dan pengelolaannya.

Sebelumnya, kanker yang berada di urutan kedua kini turun ke posisi ketiga dengan 7,19 juta kasus dan biaya sekitar Rp 10,3 triliun. Stroke juga dilaporkan dengan 9,53 juta kasus, menghabiskan biaya sebesar Rp 7,2 triliun.

Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana

Lonjakan Kasus Gagal Ginjal

Angka kasus gagal ginjal mengalami lonjakan yang mencolok, meningkat hampir sembilan kali lipat dalam setahun. Ini menjadi isu besar yang membutuhkan perhatian serius dari sistem layanan kesehatan.

Sutopo Patria Jati menjelaskan, 'Penyakit berbiaya mahal atau katastropik ada sekitar tujuh, sudah menghabiskan sekitar 26,42 persen per tahunnya dari beban pelayanan pembiayaan BPJS Kesehatan.'

Kenaikan tajam ini seringkali terkait dengan kebutuhan terapi jangka panjang, termasuk hemodialisis yang harus dijalani secara rutin oleh pasien.

Tren Pembiayaan Penyakit Lain

Walaupun penyakit jantung juga mengalami peningkatan kasus dari 22,55 juta ke 29,73 juta, biaya yang dikeluarkan justru menurun dari Rp 19,25 triliun ke Rp 17 triliun. Hal ini mungkin menunjukkan efisiensi dalam layanan atau perubahan dalam pola klaim.

Di sisi lain, kanker dan stroke juga mencatatkan kenaikan dalam kasus dan biaya, namun tingkat kenaikannya tidak secepat yang terlihat pada penyakit gagal ginjal. Ini menunjukkan perlunya strategi yang lebih terencana dalam perencanaan kesehatan.

Dengan meningkatnya beban biaya akibat penyakit katastropik, BPJS Kesehatan dituntut untuk mengambil langkah strategis agar pengeluaran tetap terkendali dan layanan tetap berlanjut.

Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penyakit Gagal Ginjal: Biaya BPJS Kesehatan Terus Membengkak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!