BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 04 MARET 2026 • 10:55 WIB

Kisah Stephen Crohn: Seniman Yang Menjadi Simbol Perjuangan Melawan AIDS

Kisah Stephen Crohn: Seniman Yang Menjadi Simbol Perjuangan Melawan AIDSKisah Stephen Crohn: Seniman Yang Menjadi Simbol Perjuangan Melawan AIDS

Stephen Crohn, seorang seniman asal Amerika Serikat, dikenal sebagai sosok yang 'tidak bisa tertular AIDS' berkat mutasi genetik langka yang dimilikinya.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Namun, di usia 66 tahun, ia memilih untuk mengakhiri hidupnya, meninggalkan banyak tanya mengenai perjuangan psikologis yang telah dihadapinya selama bertahun-tahun.

Mutasi Genetik dan Peran Stephen dalam Penelitian

Stephen Crohn memiliki mutasi genetik yang menjadikannya kebal terhadap HIV, sebuah kondisi yang sangat langka. Ia secara sukarela menjadi objek penelitian di New York University Medical Center, membantu para ilmuwan memahami mekanisme kekebalan ini.

Keberadaannya dalam penelitian memiliki implikasi yang signifikan bagi pengembangan terapi HIV, seperti obat-obatan yang menghambat CCR5. Meskipun banyak dari teman-temannya terinfeksi dan meninggal akibat AIDS, Stephen tidak pernah terpapar virus tersebut.

Kondisi unik yang dimilikinya memberikan harapan baru dalam bidang virologi dan imunologi, di mana penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan menggunakan kasus-kasus serupa.

Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Dampak Emosional dan Psikologis

Dalam wawancara tahun 1999 untuk film dokumenter 'Surviving AIDS', Stephen menyatakan kesedihannya dengan ungkapan, 'Setiap tahun akan kehilangan, enam orang, tujuh orang... Ini nggak gampang ketika Anda kehilangan teman-teman.'

Ia merasakan beban yang sangat berat menyaksikan teman-teman serta pasangan-pasangan terdekatnya dijangkiti dan meninggal karena AIDS, sementara ia sendiri tetap selamat. Konflik batin dan rasa bersalah menyertai hidupnya selama bertahun-tahun.

Seorang peneliti, Dr Bill Paxton dari Aaron Diamond AIDS Research Center, menegaskan bahwa Stephen tidak pernah terkena AIDS meskipun ia pernah disuntik dengan virus HIV dalam proses penelitian.

Keputusan Tragis di Usia 66 Tahun

Stephen Crohn mengakhiri hidupnya pada 23 Agustus 2013, sebuah keputusan yang menimbulkan banyak spekulasi mengenai alasannya. Banyak yang beranggapan bahwa rasa bersalah yang berkecamuk di dalam diri Stephen menjadi pemicu keputusan tragis ini.

Amy Crohn, saudara perempuannya, menyatakan, 'Mungkin ini alasan dia (bunuh diri),' merujuk pada penderitaan yang terus-menerus dialami Stephen selama bertahun-tahun. Keputusan tersebut menunjukkan betapa besar beban mental yang ia pikul.

Sebagai seorang pelukis dan editor lepas untuk Fodor’s Travel Guides, Stephen dikenal di kalangan seniman. Dia dibesarkan di Dumont dan terakhir tinggal di Saugerties sebelum mengakhiri hidupnya.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kisah Stephen Crohn: Seniman Yang Menjadi Simbol Perjuangan Melawan AIDS

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!