Keterlambatan Pulang Meisya Siregar dan Bebi Romeo Akibat Ketegangan Timur Tengah
Pasangan selebritas Meisya Siregar dan Bebi Romeo kembali menjadi sorotan setelah mengalami penundaan penerbangan pulang ke Indonesia usai menjalani ibadah umrah di Mekkah.
Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Penerbangan yang semula dijadwalkan pada 2 Maret 2026 terpaksa dibatalkan akibat penutupan wilayah udara di sebagian negara Timur Tengah akibat peningkatan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Penundaan kepulangan pasang selebritas ini merupakan dampak dari ketegangan yang terjadi di Timur Tengah, khususnya terkait konflik antara Iran dan Amerika Serikat.
Penutupan wilayah udara di berbagai negara membuat banyak penerbangan terpaksa diubah atau ditunda, termasuk untuk jamaah umrah yang ingin kembali ke tanah air.
Meisya Siregar dengan cepat menyampaikan rasa kesedihannya melalui unggahan di akun Instagram, meminta doa dari para pengikutnya mengenai status penerbangan mereka.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan
"Trus, nasib kite gimana ini pesawat di cancel nggak bisa pulang??? Airspace UEA closed untuk waktu yang nggak pasti," tulisnya pada Minggu (1/3).
Dia juga mengajak jamaah lain yang mungkin mengalami situasi serupa untuk saling berbagi informasi melalui fitur tanya-jawab di Instagram Stories.
Dalam interaksi di media sosial, beberapa pengikut memberikan berbagai saran untuk alternatif penerbangan, mengusulkan rute Jeddah-Bali kemudian melanjutkan perjalanan ke Jakarta.
Menanggapi saran ini, Meisya mengungkapkan apresiasinya kepada para pengikut, "Wah makasih infonya ya! buat teman-teman yang senasib, ini ada way out bisa jadi alternatif, ngeteng saja."
Akhirnya, Meisya dan Bebi berhasil mendapatkan jadwal penerbangan baru untuk tanggal 3 Maret 2026.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Tembakan Gas Air Mata dan Provokasi di Depan Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: