Siaga Erupsi, Gunung Marapi Perlukan Waspada Ekstra dari Masyarakat
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat di sekitar Gunung Marapi untuk meningkatkan kewaspadaan. Ini menyusul erupsi gunung berapi tersebut yang terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz
Meskipun kolom abu tidak teramati, aktivitas ini menandakan pentingnya masyarakat waspada terhadap potensi bahaya yang mungkin timbul dari fenomena vulkanik yang sedang berlangsung.
Gunung Marapi kini berada pada Status Level II (Waspada), menunjukkan adanya aktivitas vulkanik yang membutuhkan perhatian. Erupsi yang terjadi terekam dalam seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 30,2 mm pada pukul 02.19 WIB.
Meskipun tidak ada kolom abu yang teramati, durasi erupsi berlangsung sekitar 1 menit 25 detik. Hal ini mempertegas pentingnya masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi terbaru mengenai aktivitas gunung berapi.
Badan Geologi terus memantau kondisi vulkanik ini dan berkomitmen memberikan informasi terbaru agar masyarakat dapat mengambil tindakan preventif yang diperlukan.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan
Badan Geologi telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk masyarakat di sekitar Gunung Marapi. Pertama, masyarakat dan pendaki dilarang memasuki wilayah dalam radius 3 km dari Kawah Verbeek, pusat aktivitas gunung berapi.
Selain itu, penduduk yang tinggal di wilayah aliran sungai yang bersumber dari Gunung Marapi diimbau untuk waspada terhadap potensi lahar dan banjir lahar, terutama pada musim hujan. Penggunaan masker saat menghadapi hujan abu juga disarankan untuk menghindari gangguan kesehatan pernapasan.
Penting bagi masyarakat untuk menjaga kondisi yang kondusif dan tidak menyebarluaskan informasi yang tidak jelas sumbernya, sesuai dengan arahan dari Badan Geologi.
Pemerintah daerah di sekitar Gunung Marapi diminta untuk berkoordinasi aktif dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Koordinasi ini mencakup Pemerintah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, serta Kabupaten Tanah Datar dan Agam.
Masyarakat disarankan untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi melalui beberapa saluran resmi, seperti website Badan Geologi, situs PVMBG, dan aplikasi Magma Indonesia. Informasi terkini juga tersedia melalui media sosial PVMBG.
Dengan mengikuti rekomendasi dari pihak berwenang, diharapkan masyarakat dapat mengurangi risiko yang bisa muncul akibat aktivitas vulkanik ini.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: