Prabowo Siap Mediasi Ketegangan AS dan Iran, Media Internasional Respons Positif
Sejumlah media internasional memberikan perhatian pada kesediaan Presiden Prabowo Subianto dalam memediasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan ini muncul setelah serangan udara terbaru yang meningkatkan ketegangan di kawasan.
Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana
Prabowo menyatakan bahwa ia siap untuk melakukan perjalanan ke Teheran sebagai mediator jika disetujui oleh kedua pihak. Langkah ini mencerminkan peran aktif Indonesia dalam diplomasi global.
Media Singapura, CNA, melaporkan bahwa Prabowo mengungsikan kesiapannya untuk terbang ke Teheran demi menengahi ketegangan yang terjadi. Ia menekankan pentingnya menghormati kedaulatan negara dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog.
Dalam laporan tersebut, CNA mengutip pernyataan Prabowo, "Prabowo mengatakan ia bersedia melakukan perjalanan ke Teheran untuk melakukan mediasi jika langkah tersebut disetujui oleh Amerika Serikat dan Iran," yang menambahkan nuansa kooperatif dari Indonesia dalam menangani konflik ini.
Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi
Media Malaysia, The Star, juga melaporkan respon positif dari Kedutaan Besar Iran di Jakarta terkait tawaran mediasi Indonesia. Menurut laporan tersebut, Kedutaan Iran menyambut baik kesediaan Presiden Prabowo untuk berperan sebagai mediator.
The Star menuliskan, "Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan pada hari Sabtu bahwa Presiden Prabowo Subianto bersedia melakukan perjalanan ke Teheran untuk melakukan mediasi jika disetujui oleh kedua belah pihak," yang mencerminkan harapan akan tercapainya dialog.
Media Pakistan, Dawn, juga melaporkan pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Indonesia. Mereka menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan menekankan komitmen Indonesia dalam memfasilitasi dialog.
Dawn mencatat, "Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi," yang menunjukkan tekad Indonesia untuk menciptakan situasi aman.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: