Mencegah Dehidrasi pada Remaja Saat Berpuasa di Bulan Ramadan
Dehidrasi menjadi isu penting yang dihadapi remaja selama bulan Ramadan. Tanpa asupan cairan yang cukup, mereka berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Kondisi ini dapat terjadi akibat aktivitas fisik yang tinggi dan waktu makan yang terbatas. Artikel ini akan membahas risiko dehidrasi serta langkah-langkah pencegahannya.
Remaja sering terlibat dalam aktivitas fisik yang menyita banyak energi, seperti olahraga. Hal ini meningkatkan kebutuhan cairan mereka yang jika diabaikan, bisa berujung pada dehidrasi.
Cuaca panas juga menjadi faktor penyebab signifikan. Dalam bulan puasa, waktu yang terbatas untuk makan membuat remaja sulit memenuhi kebutuhan cairan yang diperlukan tubuh mereka.
Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi
Gejala awal dehidrasi umumnya mencakup rasa haus yang berlebihan, mulut kering, dan kelelahan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan pusing bahkan pingsan.
Kehilangan konsentrasi dan penurunan performa belajar adalah beberapa dampak dari dehidrasi. Remaja yang mengalami gejala ini perlu segera memperhatikan asupan cairan mereka.
Memilih makanan yang kaya cairan, seperti buah-buahan dan sup, saat sahur sangat dianjurkan. Selain itu, mengonsumsi cukup air hingga waktu imsak adalah langkah pencegahan yang penting.
Setelah berbuka, wajib untuk menghidrasi tubuh secara bertahap dengan minum air. Menghindari minuman berkafein dan beralkohol juga dapat membantu menjaga keseimbangan cairan.
Baca juga: Presiden Prabowo Berikan Penghargaan bagi Polisi Terluka dalam Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: