Putri Kim Jong Un Diangkat Sebagai Pemimpin Administrasi Senjata Nuklir
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengangkat putrinya Kim Ju Ae untuk memimpin Administrasi Rudal yang bertanggung jawab atas program senjata nuklir negara tersebut.
Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi
Kim Ju Ae, yang diperkirakan berusia 13 atau 14 tahun, diyakini telah berperan sebagai direktur jenderal secara tidak resmi dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sistem persenjataan.
Penunjukan Kim Ju Ae sebagai direktur jenderal Administrasi Rudal pertama kali dilaporkan oleh Chosun Daily, salah satu media terkemuka di Korea Selatan.
Meski Jang Chang-ha secara resmi terdaftar dalam posisi tersebut, Kim Ju Ae telah diidentifikasi sebagai pengambil keputusan utama, termasuk menerima pengarahan dari jenderal-jenderal terkait.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail
Sebagai pemimpin baru Administrasi Rudal, Kim Ju Ae diharapkan dapat mengelola dan mengawasi program senjata nuklir Korea Utara.
Penunjukan ini memperkuat posisi Kim Jong Un dalam mencari penerus yang loyal dan kompeten untuk menjalankan misi negara.
Langkah ini menarik perhatian komunitas internasional, di mana kemampuan dan sikap Kim Ju Ae dapat mempengaruhi kebijakan Korea Utara ke depan.
Dengan keterlibatan yang semakin meningkat, Kim Ju Ae menunjukkan tanda-tanda kuat sebagai calon penerus Kim Jong Un.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: