BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 10:23 WIB

Rencana Serangan Militer AS Terhadap Iran Menjadi Fokus Diskusi di Gedung Putih

Rencana Serangan Militer AS Terhadap Iran Menjadi Fokus Diskusi di Gedung PutihRencana Serangan Militer AS Terhadap Iran Menjadi Fokus Diskusi di Gedung Putih

PresidenAS, Donald Trump, tengah mempertimbangkan opsi serangan militer besar terhadap Iran jika diplomasi tidak berhasil. Langkah ini bertujuan untuk menggulingkan kepemimpinan Teheran dengan beberapa target yang telah diidentifikasi.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan

Informasi ini terungkap dalam pertemuan tertutup di Ruang Situasi Gedung Putih, dimana pejabat teras pemerintah AS mendiskusikan berbagai strategi potensial.

Rapat Internal di Gedung Putih

Pertemuan pada 18 Februari 2026 tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Direktur CIA John Ratcliffe. Dalam forum tersebut, Trump meminta pemaparan dari Jenderal Caine dan Ratcliffe mengenai langkah-langkah strategis yang mungkin diambil terhadap Iran.

Diskusi tersebut mencakup berbagai aspek dari rencana yang diusulkan, termasuk penilaian terhadap kondisi di lapangan. Jenderal Caine menyebutkan bahwa Iran adalah target yang kompleks dan memerlukan strategi yang lebih dalam daripada sekadar serangan udara.

Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain

Keraguan dan Tantangan dalam Pelaksanaan

Ada keprihatinan terkait efektivitas rencana serangan tersebut di kalangan pejabat pemerintah AS. Jenderal Caine menekankan bahwa target-target di Iran lebih rumit dibandingkan dengan operasi sebelumnya, sehingga tidak bisa diandalkan hanya pada serangan udara.

JD Vance juga mengajukan pertanyaan terkait risiko yang terlibat dalam serangan, yang menunjukkan bahwa terdapat keraguan yang signifikan mengenai keberhasilan rencana ini.

Alternatif Diplomatik dan Isu Nuklir

Sementara opsi militer menjadi sorotan, pemerintah AS juga sedang mempertimbangkan usulan dari Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional. Usulan ini mengizinkan Iran untuk memproduksi bahan bakar nuklir dalam jumlah kecil untuk keperluan medis, yang sebelumnya dilakukan di Teheran.

Namun, ketidakpastian mengemuka mengenai apakah Iran bersedia menurunkan program nuklir yang telah dibangunnya selama bertahun-tahun. Masih menjadi tanda tanya apakah Trump akan setuju memberikan izin untuk produksi terbatas bahan nuklir tersebut.

Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Rencana Serangan Militer AS Terhadap Iran Menjadi Fokus Diskusi di Gedung Putih

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!