Menjaga Kesehatan Jantung Melalui Perubahan Gaya Hidup yang Sederhana
Kebiasaan sehari-hari yang kerap diabaikan ternyata bisa berdampak serius terhadap kesehatan jantung. Dalam konteks ini, peningkatan kasus gangguan irama jantung, khususnya Atrial fibrilasi, menjadi sorotan utama.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Dokter spesialis jantung mendorong masyarakat untuk menerapkan perubahan gaya hidup yang lebih sehat guna mencegah risiko terkena gangguan ini, khususnya di tengah pola hidup modern yang semakin berkembang.
Atrial fibrilasi adalah salah satu jenis aritmia yang sering terjadi dan berdampak pada fungsi jantung. Menurut Dr. Ignatius Yansen dari Eka Hospital, kondisi ini menghasilkan detak jantung yang tidak teratur.
Dalam kondisi normal, jantung memiliki sistem kelistrikan yang membantu menjaga detaknya tetap stabil. Namun, faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas dapat mengganggu sistem ini.
Dr. Ignatius menambahkan bahwa semakin tua usia seseorang, semakin tinggi risiko terkena Atrial fibrilasi. Pada individu berusia di atas 80 tahun, insidensinya dapat mencapai 15-20 persen.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Penanganan Atrial fibrilasi tidak sepenuhnya bergantung pada obat-obatan atau tindakan medis. Pendekatan menyeluruh dalam mengelola faktor risiko sangatlah penting.
Bagi penderita diabetes, menjaga kadar gula darah tetap stabil adalah suatu keharusan. Sementara itu, mereka yang mengalami hipertensi perlu disiplin dalam mengontrol tekanan darah.
Dr. Ignatius menyatakan, 'Tata laksana pertama dari atrial fibrilasi adalah kita harus menangani faktor risikonya.' Gangguan tidur seperti sleep apnea juga perlu ditangani dengan serius.
Gangguan irama jantung sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas. Tanda-tanda seperti jantung berdebar, cepat lelah, atau napas yang terasa lebih pendek saat beraktivitas kerap kali diabaikan.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung. Perubahan gaya hidup yang proaktif menjadi hal yang sangat penting.
Dr. Ignatius memperingatkan, 'Mengurangi konsumsi alkohol, berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta mengontrol tekanan darah dan gula darah bukan sekadar saran umum melainkan langkah nyata untuk melindungi 'baterai' alami jantung.'
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: