BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 18:20 WIB

Kanker Usus: Ancaman Serius bagi Generasi Muda di Indonesia

Kanker Usus: Ancaman Serius bagi Generasi Muda di IndonesiaKanker Usus: Ancaman Serius bagi Generasi Muda di Indonesia

Kanker usus besar kini menjadi penyebab utama kematian akibat kanker di kalangan individu di bawah usia 50 tahun. Fenomena ini semakin mendesak untuk mendapatkan perhatian, terutama di Indonesia.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih

Data terbaru menunjukkan tren peningkatan kasus dan kematian, yang mengisyaratkan pentingnya kesadaran terhadap gejala dan perlunya skrining kesehatan sejak dini.

Tren Kematian yang Mencolok di Kalangan Muda

Pengalaman Jenna Scott, seorang wanita yang terdiagnosis kanker usus besar stadium 4 di usia 31, menggambarkan situasi serius ini. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kanker kolorektal kini menjadi penyebab utama kematian akibat kanker di kalangan dewasa muda, bahkan di Indonesia.

Sejak tahun 2005, angka kematian akibat kanker usus besar pada individu di bawah 50 tahun meningkat sekitar 1,1% setiap tahun. Tren ini bertolak belakang dengan angka kematian dari jenis kanker lain seperti kanker paru-paru dan payudara yang cenderung menurun.

Baca juga: Inovasi Dolby Vision 2: Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Faktor Penyebab Lonjakan Kematian

Mengutip Dr. Ahmedin Jemal dari American Cancer Society, 'Kita tidak tahu pasti mengapa ini meningkat. Ini tidak bisa lagi disebut sebagai penyakit orang tua.' Pernyataan ini membuka mata akan bahwa risiko kanker usus besar kini menjangkit lebih banyak individu muda.

Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menggali faktor-faktor yang berkontribusi terhadap lonjakan ini, khususnya pada generasi yang lahir setelah tahun 1950. Hal ini penting agar tindakan preventif bisa dilakukan.

Gejala Kanker Usus Besar yang Perlu Diwaspadai

Salah satu tantangan terbesar dalam deteksi kanker usus besar di kalangan orang muda adalah keterlambatan diagnosis. Sebanyak 60% pasien di bawah 50 tahun baru terdiagnosis saat kanker sudah berada di stadium 3 atau 4, karena tidak memenuhi kriteria skrining rutin.

Gejala yang sering kali diabaikan termasuk adanya darah pada tinja, perdarahan rektal, serta perubahan kebiasaan buang air besar yang berlangsung lebih dari beberapa hari. Nyeri perut atau kram yang berkelanjutan juga merupakan sinyal bahaya, dan para ahli menyarankan untuk memulai skrining rutin sejak usia 45 tahun.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kanker Usus: Ancaman Serius bagi Generasi Muda di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!