Mohamed Salah Tetap Fokus pada Liverpool Meski Dihubungkan dengan Al Ittihad
Rumor mengenai ketertarikan Al Ittihad untuk merekrut Mohamed Salah semakin memanas, namun sang bintang masih mengarahkan pandangannya ke Liverpool. Meski tawaran gaji yang menggiurkan beredar, hingga kini tidak ada komunikasi resmi antara Salah, klub Saudi tersebut, dan Liverpool.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Al Ittihad memang menunjukkan ketertarikan besar untuk mendatangkan Salah di musim panas 2026, menawarkan gaji yang kabarnya bisa mencapai tiga kali lipat dari gaji yang diterima pemain asal Mesir itu di Liverpool.
Al Ittihad mengungkapkan ketertarikan untuk mendatangkan Mohamed Salah tahun depan. Mengingat tawaran gaji yang sangat besar ini, banyak spekulasi beredar di kalangan penggemar sepak bola.
Menurut laporan yang ada, tawaran yang dipersiapkan klub Saudi itu bisa mencakup angka yang tiga kali lipat dari yang diterima Salah saat ini. Hal ini menjadikan tawaran tersebut sangat menarik bagi banyak pemain.
Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus
Kontrak Mohamed Salah dengan Liverpool saat ini akan berakhir pada musim panas 2027. Ini berarti, Salah hanya memiliki satu musim lagi untuk memberikan yang terbaik sebelum masa kontraknya habis.
Belakangan ini, Salah mengalami beberapa perubahan posisi di tim, di mana manajer Arne Slot memilih untuk mencadangkannya di beberapa pertandingan, memberikan tantangan baru untuk pemain berusia 33 tahun ini.
Dalam waktu dekat, Salah tetap memfokuskan diri pada performanya di Liverpool. Hal ini sangat penting terutama menjelang Piala Dunia 2026 mendatang.
Meskipun ada tawaran yang menggiurkan dari Al Ittihad, hingga saat ini belum terjalin komunikasi resmi. Oleh karena itu, Salah memilih untuk tidak terburu-buru dalam mengambil langkah terkait masa depannya.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: