Muzani Laporkan Situasi Bencana Tanah Bergerak di Tegal kepada Presiden
Ketua MPR RI Ahmad Muzani melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Tegal, Jawa Tengah. Ia juga mengungkapkan rencana untuk melaporkan kondisi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Muzani menekankan pentingnya langkah cepat dalam penanganan bencana agar bantuan dapat segera dialokasikan untuk masyarakat yang terdampak.
Pada hari Senin, 16 Februari 2026, Muzani mengunjungi daerah yang terdampak bencana tanah bergerak. Tujuannya adalah untuk memberi dukungan kepada warga serta memastikan akurasi informasi yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat.
Setelah meninjau lokasi, Muzani menyatakan, "Kedatangan kami adalah memberikan support dan semangat. Masukan dari lapangan ini akan kami bawa untuk mengambil kebijakan." Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam merespons situasi darurat secara cepat.
Ia juga menambahkan, "Saya sendiri akan melaporkan kepada Presiden tentang kunjungan ini, supaya Presiden memerintahkan para pembantunya untuk bertindak cepat lagi memberikan bantuan." Hal ini menegaskan adanya tanggung jawab pemerintah dalam penanganan bencana.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Politisi NasDem: Polisi Semakin Intensif Melakukan Penyelidikan
Muzani menjelaskan bahwa sejumlah wilayah yang terdampak bencana tanah bergerak sudah tidak layak untuk dihuni. Oleh karena itu, prioritas saat ini adalah pembangunan hunian sementara dan permukiman baru bagi masyarakat yang terdampak.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 12 hektar untuk hunian sementara, namun hanya 4,8 hektar yang dianggap aman. "Dari 12 hektar yang disodorkan oleh pemerintah daerah menggunakan tanah pokok desa, yang direkomendasi untuk dan dianggap layak untuk digunakan Huntara itu 4,8 hektare," jelas Muzani.
Muzani menambahkan bahwa sisa lahan yang belum dapat digunakan akan dicari lokasi lain, dan tengah dalam proses pengujian. "Nanti kalau dianggap layak, itu akan dijadikan juga tempat untuk Huntara," ujarnya, mencerminkan upaya pemerintah untuk memberikan solusi bagi korban.
Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, sebanyak 104 rumah mengalami kerusakan akibat bencana ini. Karena situasi yang memburuk pada hari Minggu dan Senin, sekitar 150 kepala keluarga atau sekitar 470 jiwa terpaksa mengungsi.
M Wisnu Imam, anggota Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Tegal, mencatat, "Jumlah sementara ada 104 rumah yang rusak. Kejadian mulai Minggu dan tanah terus gerak hari Senin sudah parah." Ini menunjukkan betapa cepatnya dampak bencana ini terasa.
Banyak permukiman terdampak terdiri dari beberapa RT dan RW di Desa Padasari, termasuk RT 6 hingga RT 18 dan Dukuh Tigasari. Oleh karena itu, penanganan yang cepat dan efektif sangat diperlukan agar warga korban dapat menerima dukungan yang dibutuhkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: