BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 21:25 WIB

Fenomena Melihat Aura: Antara Kepercayaan dan Skeptisisme

Fenomena Melihat Aura: Antara Kepercayaan dan SkeptisismeFenomena Melihat Aura: Antara Kepercayaan dan Skeptisisme

Di tengah rutinitas yang padat, muncul tren menarik di masyarakat tentang individu yang mengklaim dapat melihat aura. Mereka percaya bahwa kemampuan ini membantu dalam memahami karakter dan emosi orang lain secara lebih mendalam.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan

Meskipun ada yang skeptis, banyak juga yang percaya dan mencari bantuan dari mereka untuk beragam keperluan, termasuk konseling dan pembelajaran spiritual.

Apa Itu Aura?

Aura sering kali dipahami sebagai medan energi yang mengelilingi tubuh manusia. Banyak yang percaya bahwa aura dapat mencerminkan kondisi emosional dan kesehatan fisik seseorang, terlihat melalui berbagai warna yang memiliki makna tersendiri.

Dalam tradisi spiritual, setiap warna aura dipercaya memiliki energi spesifik, seperti biru yang melambangkan ketenangan, sementara merah menandakan semangat. Meskipun tidak semua orang dapat melihat aura, banyak yang mengaku sensitif terhadap energi ini.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Siapa Saja yang Mengaku Bisa Melihat Aura?

Di Indonesia, ada beberapa individu yang dikenal karena klaim mereka dapat melihat aura, baik melalui pelatihan khusus maupun bakat alami. Mereka sering terlibat dalam praktik alternatif seperti terapi energi dan konseling.

Walaupun sebagian orang skeptis menganggap kemampuan ini sebagai hoaks, banyak yang bersedia membayar untuk mendapatkan konsultasi dari mereka. Fenomena ini menciptakan dua kubu pandangan dalam masyarakat mengenai kepercayaan terhadap kemampuan ini.

Dampak di Masyarakat

Fenomena ini telah memunculkan banyak diskusi dalam komunitas, baik di dunia maya maupun tatap muka. Banyak yang mengaku merasakan manfaat nyata dari konsultasi dengan mereka yang mengaku memiliki kemampuan ini, seperti pencerahan dan penyelesaian masalah pribadi.

Namun, ada juga suara penentang yang mengungkapkan kekhawatiran tentang potensi eksploitasi kepercayaan orang. Dengan adanya media sosial, pandangan baik pro maupun kontra semakin mudah tersebar, membentuk opini publik mengenai fenomena ini.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena Melihat Aura: Antara Kepercayaan dan Skeptisisme

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!