Peluang Kerja Bergaji Tinggi Berkat Teknologi AI di Masa Depan
Jensen Huang, CEO Nvidia, mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) akan membuka peluang pekerjaan dengan gaji menarik di berbagai sektor. Ini bukan hanya soal teknologi tinggi, tetapi juga mencakup sektor keterampilan teknis dan konstruksi.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol
Huang menekankan bahwa meskipun ada banyak posisi yang menawarkan gaji lebih dari US$ 100.000, kekurangan keterampilan menjadi tantangan besar bagi pasar tenaga kerja. Ia yakin, karir baru akan muncul seiring dengan meningkatnya permintaan untuk pekerjaan ini.
Huang menegaskan bahwa kehadiran teknologi AI tak hanya membutuhkan pekerjaan di bidang software, tetapi juga pekerjaan berbasis keterampilan langsung. Profesi seperti tukang ledeng, teknisi listrik, dan pekerja konstruksi diperkirakan akan sangat dibutuhkan.
Laporan dari McKinsey menunjukkan antara 2023 dan 2030, Amerika Serikat memerlukan tambahan 130.000 teknisi listrik terlatih. Selain itu, kebutuhan akan 240.000 pekerja konstruksi dan 150.000 pengawas konstruksi juga menjadi sorotan utama.
Ini menegaskan bahwa sektor-sektor ini bukan hanya vital, tetapi juga menawarkan potensi gaji yang menarik, terutama di tengah kekurangan tenaga kerja terampil yang dialami saat ini.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Dalam pernyataannya, Huang mencatat bahwa banyak pekerjaan dalam sektor ini menawarkan gaji di atas US$ 100.000 tanpa memerlukan gelar sarjana. Kesempatan ini memberikan akses yang lebih besar bagi mereka yang memiliki keterampilan praktis.
Hal ini memberi harapan bagi banyak individu dengan latar belakang non-akademik, yang sering kali terpinggirkan dalam dunia kerja berteknologi tinggi. Huang berpendapat, 'semua orang berhak untuk mencari nafkah yang baik dan tidak perlu memiliki gelar Ph.D. untuk berhasil dalam karir mereka.'
Kesempatan ini menunjukkan bahwa dengan keterampilan yang tepat, individu dapat mengejar karir yang menguntungkan meskipun tanpa pendidikan formal yang tinggi.
Huang telah menyatakan pandangannya sebelumnya, bahwa perkembangan AI akan menciptakan jalur karir baru yang lebih bermanfaat. Ia berpendapat, 'segmen kerajinan terampil dari setiap ekonomi akan mengalami ledakan.'
Pernyataan ini mencakup keyakinan bahwa dengan meningkatnya penerapan AI, industri tetap akan membutuhkan tenaga kerja terampil yang mampu beradaptasi dengan teknologi baru. Ini merupakan kesempatan bagi mereka yang bersedia untuk belajar dan berinovasi.
Optimisme ini mencerminkan harapan bahwa inovasi teknologi tidak semata-mata menghilangkan pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang baru bagi pekerja terampil.
Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: