BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 22 JANUARI 2026 • 11:07 WIB

Risiko Migrain Tinggi pada Perempuan: Studi Mengungkap Durasi Penderitaan yang Lebih Panjang

Risiko Migrain Tinggi pada Perempuan: Studi Mengungkap Durasi Penderitaan yang Lebih PanjangRisiko Migrain Tinggi pada Perempuan: Studi Mengungkap Durasi Penderitaan yang Lebih Panjang

Perempuan dewasa menghadapi risiko migrain yang tiga kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki, dengan durasi penderitaan yang signifikan. Temuan ini datang dari studi global yang menganalisis lebih dari 41 ribu pasien dari 18 negara, termasuk Indonesia.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu yang dihabiskan perempuan saat mengalami migrain hampir dua kali lipat dibandingkan laki-laki, menunjukkan dampak yang lebih berat pada kualitas hidup perempuan.

Studi Global Mengenai Migrain

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Neurology pada tahun 2025 mengambil data dari lebih dari 41 ribu pasien migrain di 18 negara. Analisis ini tidak hanya mempelajari frekuensi serangan, tetapi juga durasi penderitaan yang dialami laki-laki dan perempuan.

Data menunjukkan bahwa perempuan menghabiskan waktu hampir dua kali lebih lama dalam kondisi migrain dibandingkan laki-laki. Temuan ini menggambarkan dampak substansial, di mana perempuan mengalami beban migrain yang lebih berat akibat frekuensi dan durasi serangan yang lebih tinggi.

Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024

Gejala dan Penyebab Migrain

Migrain bukan sekadar sakit kepala, tetapi juga disertai dengan gejala lain seperti mual, muntah, dan kepekaan terhadap cahaya dan bunyi. Gejala-gejala ini dapat memperburuk kondisi dan kesulitan yang dihadapi penderita.

Faktor penyebab migrain sangat beragam, mulai dari faktor genetik, pola makan yang tidak sehat, hingga gaya hidup seperti kurang tidur. Hormon diketahui memainkan peran penting dalam menjelaskan mengapa perempuan lebih sering mengalami sakit ini.

Dampak Migrain Terhadap Produktivitas

Kurangnya fokus penelitian terhadap perempuan dalam masalah kesehatan menjadi sorotan. Migrain, yang sering dianggap sebagai masalah psikologis, terlalu jarang dibahas dalam konteks penderitaan yang dialami perempuan.

Serangan migrain termasuk salah satu penyebab utama ketidakhadiran di tempat kerja, mengganggu produktivitas. Dampak ini terasa lebih berat ketika serangan terjadi pada masa usia produktif yang krusial untuk karier dan keluarga.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Risiko Migrain Tinggi pada Perempuan: Studi Mengungkap Durasi Penderitaan yang Lebih Panjang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!