BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 19 JANUARI 2026 • 17:56 WIB

Tim SAR Coba Maksimalkan Waktu Emas dalam Pencarian Korban Kecelakaan Pesawat di Sulawesi Selatan

Tim SAR Coba Maksimalkan Waktu Emas dalam Pencarian Korban Kecelakaan Pesawat di Sulawesi SelatanTim SAR Coba Maksimalkan Waktu Emas dalam Pencarian Korban Kecelakaan Pesawat di Sulawesi Selatan

Tim SAR gabungan sedang bekerja keras mencari korban dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1). Pencarian ini diharapkan bisa selesai dalam waktu tiga hari, yang dianggap sebagai 'golden time' untuk operasi penyelamatan.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa sudah ada dua korban yang ditemukan, namun cuaca ekstrem menjadi kendala utama. "Kondisi cuaca yang buruk menjadi tantangan utama dalam operasi saat ini, namun kami tetap optimis seluruh korban dapat ditemukan."

Proses Pencarian dan Tantangan di Lapangan

Tim SAR gabungan dikerahkan ke lokasi jatuhnya pesawat di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Ballocci, Kabupaten Pangkep. Penemuan lokasi dengan cepat diharapkan bisa mempercepat evakuasi, terutama sebelum batas waktu kritis mencapai tiga hari.

"Kami memaksimalkan golden time pencarian, dengan harapan besar seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi, khususnya dalam kondisi selamat," ungkap Syafii. Namun, medan yang terjal dan kabut tebal menyulitkan proses pencarian.

Tim juga menghadapi tantangan dari kondisi alam yang kerap berubah, dan harus mengatur strategi untuk mencapai lokasi jatuhnya pesawat. Ini menjadi prioritas agar operasional tetap berjalan meski ada rintangan.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia

Identifikasi Korban dan Proses Evakuasi

Dua korban awal sudah ditemukan, satu laki-laki dan satu perempuan, sementara proses identifikasi akan dikerjakan oleh instansi berwenang. Menurut Syafii, penemuan korban terletak antara 200 hingga 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.

Proses evakuasi dilaksanakan dengan teliti untuk memastikan keselamatan semua pihak. Ini menjadi tanggung jawab besar bagi tim SAR yang terlibat dalam operasi di lapangan, berkolaborasi dengan berbagai pihak.

Meski tantangan berat, evakuasi terus dilanjutkan untuk menjangkau lokasi-lokasi lain yang diduga ada korban. Keputusan ini diambil berdasarkan situasi terkini di lapangan dan kemampuan tim.

Strategi Evakuasi dan Upaya Berkelanjutan

Tim SAR pada awalnya memprioritaskan evakuasi lewat jalur udara; namun, cuaca buruk menghalangi hal itu. "Evakuasi melalui udara menjadi prioritas, tetapi hingga saat ini belum memungkinkan," jelas Syafii.

Karena itu, operasi pencarian dibidik lebih kepada jalur darat, melakukan pendekatan berangsur untuk menjangkau tempat-tempat yang dicurigai ada korban. Pendekatan ini dilakukan dengan sangat hati-hati.

"Ini adalah misi kemanusiaan, dengan semangat kebersamaan yang tinggi di antara semua personel yang terlibat," kata Syafii. Hal ini menunjukkan dedikasi tim dalam situasi yang kritis, terus bergerak meskipun cuaca kurang mendukung.

Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tim SAR Coba Maksimalkan Waktu Emas dalam Pencarian Korban Kecelakaan Pesawat di Sulawesi Selatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!