Tarif Baru: Trump Peringatkan Negara Eropa Terkait Greenland
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman untuk mengenakan tarif dagang baru bagi negara-negara yang tidak mendukung kebijakan AS terkait Greenland. Ancaman ini disampaikan pada 16 Januari 2026, di Gedung Putih.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan
Dalam pernyataannya, Trump menekankan penempatan Greenland sebagai penting bagi keamanan nasional, meski tidak menjelaskan negara mana yang akan terdampak. Hal ini terjadi di tengah ketegangan global yang melibatkan politik dan militer di kawasan Arktik.
Trump mengatakan, "Saya mungkin akan mengenakan tarif pada negara-negara jika mereka tidak sepakat dengan [kami tentang] Greenland, karena kita membutuhkan Greenland, kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional." Pernyataan ini menjadi langkah proaktif merespons negara-negara yang tidak sejalan dengan kebijakannya.
Greenland, sebagai wilayah otonom Denmark, kembali menjadi sorotan global berkat ancaman ini. Meskipun begitu, Trump tidak merinci negara mana yang kemungkinan terkena tarif, menjaga ketegangan politik dengan beberapa negara Eropa.
Ancaman ini bukan yang pertama bagi Trump, yang sebelumnya pernah memperingatkan negara-negara berbisnis dengan Iran dengan tarif tinggi. Langkah terakhir ini menunjukkan perkembangan dalam kebijakan luar negeri di bawah kepemimpinannya.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Beberapa negara Eropa mulai mengerahkan pasukan ke Greenland setelah pernyataan Trump. Pengiriman ini bertujuan untuk memperkuat persiapan Denmark menggelar latihan militer di akhir tahun mendatang.
Menteri Pertahanan Denmark, Troels Lund Poulsen, menyatakan, "Jelas bahwa sekarang kita mau merencanakan kehadiran yang lebih besar dan lebih permanen sepanjang tahun 2026." Pengerahan ini dimaksudkan untuk menjaga stabilitas kawasan Arktik.
Hal ini mencerminkan kekhawatiran Eropa terhadap potensi ancaman dari AS, di mana NATO semakin mencoba untuk mengamankan kepentingan bersama di wilayah tersebut.
Rata-rata tiga perempat warga AS menolak rencana Trump untuk menguasai Greenland, menurut hasil jajak pendapat terbaru. Survei CNN menunjukkan hanya 25 persen responden yang mendukung ide tersebut.
Menariknya, di kalangan pendukung Partai Republik, hanya setengah yang mengizinkan rencana ini, menunjukkan adanya perpecahan di basis pendukung Trump. Ini menunjukkan bahwa isu ini memicu pembicaraan lebih luas di antara pemilih.
Rival politik dari Partai Demokrat juga mengkritik keras ide tersebut, termasuk suara independen yang menolak pengambilalihan Greenland.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: