Krisis Internet Memperburuk Situasi Demonstrasi di Iran
Pemadaman internet nasional selama 156 jam di Iran semakin memperburuk suasana demonstrasi yang dimulai sejak 28 Desember. Aksi protes ini mengalami peningkatan tensi, menyulitkan pelaporan real-time dari situasi yang berkembang di negara tersebut.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Kondisi ini menimbulkan kebingungan dan mempersulit akses informasi luar, membuat sulit bagi dunia untuk memahami dampak nyata dari demonstrasi yang terjadi.
Aksi demonstrasi yang dimulai pada akhir Desember 2025 di Iran berlangsung akibat berbagai isu politik dan sosial yang menumpuk. Pemadaman internet yang berlangsung lebih dari seminggu ini mengganggu komunikasi, sementara NetBlocks mengungkapkan bahwa langkah ini memperkuat akun pro-rezim dan menyebarkan informasi palsu.
Kekurangan informasi secara real-time semakin menyulitkan dokumentasi jumlah korban yang berjatuhan. Perbedaan laporan mengenai angka kematian menciptakan kebingungan mengenai situasi yang sebenarnya di dalam negeri Iran.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Tembakan Gas Air Mata dan Provokasi di Depan Kampus
Human Rights Activists News Agency (HRANA) mencatat jumlah korban tewas dalam demonstrasi mencapai 2.615 orang sampai dengan Rabu (14/1), termasuk anak-anak dan warga sipil yang tak terlibat demonstrasi. Sementara Iran Human Rights (IHR) melaporkan angka yang lebih tinggi, dengan kemungkinan mencapai 3.428 orang, termasuk demonstran yang tewas antara 8-12 Januari.
bahkan intelijen Israel memperkirakan jumlah korban tewas bisa mencapai sekitar 5.000 orang. Beberapa laporan dari media Iran International menunjukkan angka bahkan lebih tinggi, melebihi 12.000 jiwa.
Di tengah pemadaman yang berlangsung, Prancis mempertimbangkan pengiriman terminal Eutelsat untuk memberi akses internet bagi warga Iran melalui satelit. Eutelsat, sebagai operator dari Paris, memiliki armada yang mampu menyediakan layanan internet dari luar angkasa.
Anak perusahaan Eutelsat, OneWeb, menciptakan kompetisi dengan Starlink milik Elon Musk, yang sebelumnya menawarkan akses gratis kepada pengguna di Iran. Upaya internasional ini berfokus pada pemulihan informasi dan komunikasi di Iran, demi mendukung masyarakat dalam mendapatkan berita akurat.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: