BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 05 JANUARI 2026 • 11:15 WIB

Mengapa Ilmuwan Masih Enggan Menyelidiki Makam Kaisar Pertama Cina?

Mengapa Ilmuwan Masih Enggan Menyelidiki Makam Kaisar Pertama Cina?Mengapa Ilmuwan Masih Enggan Menyelidiki Makam Kaisar Pertama Cina?

Makam Kaisar Qin Shi Huang, yang dikenal sebagai pendiri Dinasti Qin, hingga kini belum pernah digali. Hal ini disebabkan oleh khawatirnya ilmuwan akan potensi kerusakan pada berbagai artefak berharga yang ada di dalamnya.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat

Sejak kompleks Pasukan Terakota ditemukan pada tahun 1974, perhatian ilmuwan lebih tertuju pada penggalian sisa-sisa tentara tanah liat tersebut, menjadikan ekskavasi makam sang kaisar bukan prioritas.

Sejarah Makam Kaisar Qin Shi Huang

Qin Shi Huang menjadi kaisar pertama Cina dan memerintah hingga kematiannya pada tahun 210 SM. Dikenal sebagai pencetus kompleks Pasukan Terakota, makamnya mengandung banyak misteri dan artefak sejarah.

Kompleks tersebut juga mencakup lebih dari 8.000 patung tentara, 130 kereta, dan 520 kuda, yang semuanya dirancang untuk mengawalnya di dunia setelah mati. Meskipun begitu, banyak artefak masih terpendam di dalam tanah, menunggu untuk ditemukan.

Status makam sebagai situs bersejarah sangat menarik perhatian ilmuwan. Namun, keinginan untuk menggali harus terhambat oleh kekhawatiran akan kerusakan pada artefak yang ada di dalamnya.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Senne Lammens

Kekhawatiran dan Potensi Risiko

Salah satu faktor utama yang menjadi penghalang adalah risiko kerusakan pada peninggalan yang sangat bernilai. Ilmuwan kembali merujuk pada pengalaman buruk dari penggalian kota Troy yang mengakibatkan banyak kerusakan anta artefak.

Lebih jauh lagi, penelitian di area sekitar makam menunjukkan adanya kadar merkuri yang seratus kali lebih tinggi daripada batas normal. Ini berpotensi mengindikasikan keberadaan sungai merkuri beracun yang diduga dibuat oleh Qin untuk melindungi makam.

Sima Qin, seorang ahli sejarah, mengatakan bahwa makam ini diisi dengan artefak berharga serta jebakan mematikan untuk melindungi harta yang ada. "Pengrajin diminta untuk membuat busur dan panah untuk menembak siapapun yang memasuki makam," tulisnya.

Tantangan Ekskavasi

Makam Qin Shi Huang diperkirakan berada sekitar 35 meter di bawah permukaan tanah, menjadikan proses ekskavasi menjadi lebih rumit. Proyek ini tidak hanya menuntut keahlian teknis, tetapi juga memerlukan sumber daya manusia yang cukup banyak.

Hingga saat ini, China minim pengalaman dalam melakukan ekskavasi pada kedalaman yang demikian, sehingga penggalian di makam ini bisa menjadi tantangan besar tersendiri.

Teknologi yang lebih maju diharapkan akan mengurangi risiko dan memungkinkan ilmuwan untuk melakukan penggalian dengan lebih aman di masa depan, melindungi artefak yang ada.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengapa Ilmuwan Masih Enggan Menyelidiki Makam Kaisar Pertama Cina?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!