Tewasnya Sebuah Keluarga di Jakarta Utara: Tanda Tangan Meninggal yang Misterius
Tiga anggota sebuah keluarga ditemukan tewas dalam kondisi mencurigakan di rumah kontrakan mereka di Jakarta Utara pada 2 Januari 2026. Penemuan tersebut menyisakan banyak pertanyaan, terutama karena kondisi jenazah yang menunjukkan tanda-tanda aneh seperti mulut berbusa.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Satu orang anak lainnya ditemukan dalam keadaan kritis dan saat ini sedang mendapat perawatan medis intensif. Polisi telah segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab kematian yang misterius ini.
Penemuan jenazah terjadi setelah salah satu anak korban pulang dari kerja dan mendapati keluarganya dalam kondisi tidak sadar. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, menyatakan, 'Keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi tiduran tapi mengeluarkan busa.'
Korban yang meninggal terdiri dari seorang ibu berinisial S (50) dan dua anak, AA yang berusia 27 tahun dan AA yang berusia 13 tahun. Sementara itu, satu anak lainnya yang ditemukan dalam keadaan kritis telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi
Menurut informasi dari Kasat Reskrim, ketiga jenazah ditemukan di lokasi berbeda dalam kontrakan, dengan sebagian terletak di kamar masing-masing dan ruang tamu. 'Ada yang di masing-masing kamar dan di ruang tamu,' ungkap Seno.
Ketiga jenazah ditemukan dengan kondisi mulut berbusa dan ruam pada beberapa bagian tubuh. 'Artinya yang secara kasat mata memang ada ruam merahnya,' jelasnya lebih lanjut, menunjukkan bahwa kondisi ini sangat mencurigakan.
Hingga malam hari, polisi masih melanjutkan olah TKP dan telah mengamankan beberapa barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk botol minuman dan sisa makanan. 'Itu termasuk barang-barang yang tadi saya sebutkan, masuk dalam juga pemeriksaan dari Labfor,' tambah Seno.
Polisi juga tengah memeriksa sejumlah saksi, termasuk dua orang yang merupakan bagian dari keluarga korban. 'Jadi ada saksi juga yang dari bagian dari keluarga, status mereka adalah putra dari salah satu korban,' ujarnya, menandakan bahwa penyelidikan ini melibatkan banyak pihak.
Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: