Pascapenembakan Sydney, Menlu Israel Soroti Ancaman Terhadap Komunitas Yahudi
Insiden penembakan di Sydney, Australia, menggerakkan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, untuk meminta komunitas Yahudi di negara-negara Barat segera pindah ke Israel. Menurutnya, langkah ini diperlukan untuk melindungi mereka dari ancaman anti-semitisme yang semakin meningkat.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Senne Lammens
Pernyataan ini disampaikan dalam acara perayaan Festival Hanukkah, di mana Saar menekankan bahwa komunitas Yahudi kini tengah diburu di berbagai belahan dunia. Ia menyerukan agar mereka dari Inggris, Prancis, Australia, Kanada, dan Belgia untuk 'Pulanglah!'.
Penembakan terjadi saat perayaan Festival Hanukkah di Pantai Bondi, yang melibatkan dua pelaku yang merupakan ayah dan anak. Dalam insiden tersebut, tercatat 15 orang tewas, termasuk salah satu pelaku, menjadikannya sebagai salah satu momen tragis yang menarik perhatian dunia.
Gideon Saar, dalam pernyataannya, menunjukkan kekhawatiran mendalam terhadap keselamatan komunitas Yahudi yang, menurutnya, semakin terancam oleh situasi global ini. "Orang Yahudi berhak untuk hidup aman di mana pun," serunya, menekankan perlunya perlindungan bagi komunitas Yahudi dari kekerasan.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa
Seiring dengan meningkatnya ketegangan pelaku penembakan, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengaitkan insiden ini dengan kebijakan Australia yang mengakui Palestina. Dalam pernyataannya, dia berargumen, "Seruan Anda untuk negara Palestina justru menyulut api anti-Semit," menuduh bahwa kebijakan tersebut memicu kekerasan terhadap komunitas Yahudi di Australia.
Reaksi tidak hanya datang dari pemerintah Israel; pakar di Australia juga memberikan kritik tajam. Mereka menegaskan bahwa pemerintah telah berupaya melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah anti-semitisme dan menjaga keamanan seluruh warga Australia.
Insiden penembakan ini menimbulkan kecaman dari komunitas internasional, termasuk dari dalam Israel sendiri. Beragam organisasi dan individu di seluruh dunia mengutuk aksi kekerasan tersebut serta menyerukan perdamaian dan toleransi di antara semua komunitas.
Dukungan terhadap komunitas Yahudi juga mengalir dari berbagai kalangan mengikuti seruan Saar untuk kembali ke Israel. Banyak pihak menekankan bahwa keamanan adalah hal yang sangat penting bagi kelompok yang sering kali menjadi korban diskriminasi dan kekerasan.
Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: