Waspadai Gejala Kusta: Kemenkes Serukan Pentingnya Deteksi Dini
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap gejala kusta yang kerap diabaikan masyarakat. Sorotan ini muncul setelah adanya kasus kusta yang melibatkan WNI di luar negeri.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Dalam setahun terakhir, lebih dari 10 ribu kasus kusta terdeteksi di dalam negeri, menunjukkan bahwa penyakit ini masih menjadi masalah serius di Indonesia.
Kusta sering kali baru terdeteksi di tahap lanjut karena gejalanya dianggap ringan. Aji Muhawarman dari Kemenkes menjelaskan, "Gejala kusta sering tidak menimbulkan rasa nyeri. Padahal, deteksi dan pengobatan dini sangat menentukan keberhasilan penyembuhan."
Masyarakat perlu memperhatikan tanda-tanda awal pada kulit, seperti bercak mati rasa, bercak mengilap, atau bersisik. Selain itu, tanda lain seperti lepuh dan luka di tangan serta kaki yang tidak terasa nyeri juga perlu diwaspadai.
Rendahnya kesadaran untuk memeriksakan diri menjadi tantangan besar dalam penanganan penyakit ini. Banyak pasien baru berkunjung ke fasilitas kesehatan setelah mengalami gangguan saraf atau bahkan kecacatan.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Aji menekankan bahwa kusta tidak mudah menular dan dapat disembuhkan sepenuhnya jika diobati sejak dini. Pengobatan kusta tersedia gratis di Puskesmas, sehingga tidak ada alasan untuk menunda pengobatan.
"Kalau menemukan gejala seperti itu, jangan menunda. Segera datang ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Pengobatan kusta gratis dan harus dijalani sampai selesai," tegas Aji.
Kesadaran akan gejala awal sangat penting agar komplikasi dapat dicegah. Meningkatnya kunjungan ke fasilitas kesehatan akan berpotensi menurunkan angka penularan.
Kemenkes juga menyoroti pentingnya menghapus stigma terhadap pengidap kusta. Diskriminasi membuat proses penemuan kasus dan pengobatan jadi lebih sulit.
Aji menuturkan, "Stigma dan diskriminasi justru memperburuk situasi. Kusta adalah penyakit yang bisa disembuhkan, bukan untuk ditakuti atau dijauhi."
Dengan meningkatnya perhatian masyarakat akibat kasus di luar negeri, diharapkan kesadaran akan potensi bahaya kusta di dalam negeri juga meningkat, sehingga bisa mendukung upaya deteksi dini yang lebih efektif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: