Duka Mendalam di Pejagalan: Kebakaran Fatal Diduga Akibat Pengecasan Mobil Listrik
Kebakaran tragis di Pejagalan, Jakarta Utara, Kamis malam, mengubah segalanya bagi keluarga yang kehilangan lima orang tercintanya. Insiden ini diduga bermula dari proses pengecasan mobil listrik yang dilakukan di halaman rumah.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Gatot Sulaeman, mengungkapkan bahwa api mulai berkobar dari lokasi pengecasan, sebelum menyebar dengan cepat ke area sekitarnya.
Kebakaran terjadi pada Kamis, 18 Desember 2025, sekitar pukul 20.13 WIB. Menurut para saksi, saat pemilik rumah sedang mengisi daya baterai mobil listrik, tiba-tiba terdengar suara ledakan dari mobil tersebut.
Ledakan itu memicu api yang menyebar ke area sekitarnya, terutama pada bahan mudah terbakar seperti minyak cat yang ada di sekitar lokasi. Masyarakat setempat berupaya memadamkan api sebelum kedatangan tim pemadam kebakaran.
Pos Damkar Pejagalan menerima laporan dan bergerak menuju lokasi pada pukul 20.14 WIB, tiba di sana pada pukul 20.19 WIB. Tim pemadam kebakaran segera memulai upaya pemadaman dengan dukungan dari 21 unit kendaraan lainnya.
Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya
Proses pemadaman kebakaran ini dipenuhi dengan berbagai tantangan karena adanya bahan berbahaya seperti minyak cat, biji plastik, dan kertas di lokasi kejadian. Bahan-bahan ini memperburuk kondisi kebakaran, sehingga memperlambat proses pendinginan.
Gatot Sulaeman menjelaskan bahwa akses masuk ke lokasi kebakaran sangat sempit, dan banyak sekat yang menambah kesulitan tim pemadam. Faktor-faktor ini menyebabkan upaya pemadaman menjadi lebih kompleks daripada yang diperkirakan.
Sekitar 110 personel dan 22 unit kendaraan damkar dikerahkan untuk menyelesaikan pemadaman yang berlangsung hingga Jumat pagi pukul 08.08 WIB. Setelah melewati berbagai kesulitan, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Kebakaran ini mengakibatkan lima orang kehilangan nyawa mereka, menandai satu tragedi besar bagi masyarakat sekitar. Gulkarmat mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan saat menggunakan kendaraan listrik dan melakukan pengecasan, terutama di kawasan yang padat populasi.
Kapolsek Penjaringan mengungkapkan bahwa kejadian ini seharusnya menjadi pelajaran penting tentang keselamatan penggunaan mobil listrik. Ia menekankan perlunya kampanye edukasi berkaitan dengan prosedur aman saat melakukan pengecasan.
Pihak berwenang pun menyatakan bahwa langkah-langkah pengawasan akan diterapkan untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. Ini termasuk pengecekan rutin pada instalasi listrik dan alat pengecasan yang digunakan masyarakat.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: