Tragedi Meninggalnya Muhammad Axle: Kenangan dan Harapan di Tengah Kesedihan
Muhammad Axle, bocah berusia 9 tahun, ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di Cilegon, Banten. Kejadian tragis ini mengejutkan masyarakat dan menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan anak.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Korban adalah anak dari Maman Suherman, seorang politikus terkemuka dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ketua DPW PKS Banten, Najib Hamas, mengonfirmasi status Maman sebagai Dewan Pakar di PKS Cilegon.
Axle ditemukan dengan luka parah di rumahnya pada Selasa, 16 Desember 2025. Polisi menyatakan bahwa Axle tewas dibunuh, meski motifnya masih dalam penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama, menegaskan, "Motif pembunuhan belum bisa kita jelaskan dalam hal kita masih melakukan penyelidikan." Penyelidikan ini penting untuk menemukan pelaku dan menilai keamanan lingkungan.
Meski rumah Axle berada di kawasan pemukiman yang dikenal aman, insiden ini memicu kekhawatiran di masyarakat. Mereka merasa perlunya perhatian lebih terhadap keselamatan anak-anak di daerah tersebut.
Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus
Najib Hamas menyebut Axle sebagai anak yang taat beribadah dan berkelakuan baik. "Anaknya ini orang penurut, ibadahnya bagus walau masih usia 9 tahun taat sama orang tua luar biasa," ujar Najib.
Kehilangan anak yang begitu tulus dan taat itu sangat dirasakan oleh orang-orang terdekatnya. Banyak yang menganggap Axle sebagai contoh positif bagi anak-anak seusianya.
Tragedi ini tidak hanya mengguncang keluarga Axle, tetapi juga masyarakat luas yang mengenalnya. Mereka berharap kenangan baik Axle dapat menjadi warisan positif di masa depan.
Najib Hamas menekankan pentingnya penegakan hukum dilakukan dengan transparansi. Ia berharap tidak akan ada intervensi dalam pengungkapan kasus ini.
"Kita serahkan dan percayakan kepada teman-teman kepolisian supaya tidak ada intervensi apapun. Kita doakan semuanya lancar dan pelakunya ditemukan dan diberi hukuman sesuai ketentuan perundang-undangan," katanya.
Harapan ini tidak hanya untuk keadilan keluarga Axle, tetapi juga sebagai pengingat bagi masyarakat untuk memperhatikan keselamatan anak-anak di lingkungan sekitar.
Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: