Libur Akhir Semester Ganjil 2025/2026: Aktivitas Positif dan Kewenangan Ujian
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan bahwa libur akhir semester ganjil Tahun Ajaran 2025/2026 akan berlangsung dari 22 Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Kebijakan ini ditujukan agar para murid dapat melakukan aktivitas positif selama masa libur dengan memperhatikan pengaturan dari pemerintah daerah.
Kemendikdasmen telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2025 yang mengatur kegiatan murid selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa surat ini bertujuan untuk mengarahkan sekolah dan orang tua agar memperhatikan hak anak serta menjamin keselamatan selama liburan.
Suharti menekankan pentingnya kegiatan liburan yang aman dan edukatif, supaya anak-anak bisa menikmati waktu mereka tanpa mengabaikan aspek keamanan. "Kami berharap satuan pendidikan dan orang tua dapat bekerja sama menjaga keselamatan anak," tambahnya.
Surat Edaran juga menyarankan agar orang tua dan sekolah berkoordinasi dalam memastikan anak-anak terlibat dalam aktivitas positif seperti bepergian dan melakukan rekreasi dengan bijak. Ini adalah langkah preventif agar anak tidak hanya beristirahat, tetapi juga mendapatkan nilai edukatif dari kegiatan yang mereka lakukan.
Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menekankan pentingnya penyesuaian jadwal pelaksanaan ujian akhir semester (UAS) oleh pemerintah daerah. Menurutnya, pemda memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi wilayah mereka, terutama pascabencana seperti banjir dan longsor.
Mu'ti menyatakan, pemerintah daerah di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat diharapkan bisa mengatur jadwal UAS sesuai situasi terkini di daerah masing-masing. Pendekatan ini diambil untuk memastikan ujian dapat dilaksanakan dengan efektif dan tidak mengganggu proses belajar yang ada.
Dengan memberikan tanggung jawab kepada pemda, Kemendikdasmen berharap situasi dan kondisi masing-masing daerah dapat lebih diperhatikan, agar pendidikan tetap berjalan optimal meskipun dalam keadaan sulit.
Suharti menggarisbawahi bahwa liburan ini seharusnya menjadi momen yang bermanfaat bagi keluarga dan anak-anak. Aktivitas selama libur diharapkan tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga mampu memberikan pengalaman berharga dalam mengembangkan diri dan relasi sosial.
Dia juga menekankan bahwa penggunaan gawai dan teknologi harus dilakukan dengan bijak, agar siswa memiliki waktu yang seimbang antara bersenang-senang dan mendapatkan pendidikan informal di luar sekolah.
Dengan demikian, liburan akhir tahun diharapkan tidak sekadar menjadi jeda dari pendidikan formal, tetapi menjadi kesempatan bagi pengayaan pengalaman hidup yang menyeluruh.
Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: