Kondisi Darurat di Aceh Tengah: 61.983 Warga Terisolir dan Krisis Logistik
Sekitar 61.983 warga Kabupaten Aceh Tengah terpaksa tinggal di 97 desa yang masih terisolir akibat bencana alam, dengan kondisi logistik yang sangat kritis.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan
Akses menuju daerah tersebut terputus, sehingga distribusi bantuan hanya bisa dilakukan melalui jalur udara.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Aceh Tengah, Mustafa Kamal, menjelaskan bahwa terdapat 97 desa yang sulit dijangkau akibat akses jalur darat yang belum bisa dibuka. "Daerah terisolir kekurangan logistik, bantuan belum dapat disalurkan ke semua lokasi," ungkapnya.
Bantuan yang ada saat ini hanya bisa dikirimkan ke titik-titik pengungsian melalui bandara Rembele di Takengon. "Secara kabupaten kita terkurung, sementara itu ada 97 kampung yang belum bisa diakses lewat darat dari Takengon," tambah Mustafa.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Mustafa juga mencatat adanya kesulitan dalam mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) yang dibutuhkan untuk kendaraan penyalur logistik. "BBM dan gas habis, bahan pangan sudah kritis, obat-obatan masih kritis dan kebutuhan balita juga sudah kritis," jelasnya.
Situasi semakin memperburuk dengan minimnya pasokan LPG sebagai sumber energi. Variasi bantuan yang tersedia menjadi semakin terbatas seiring dengan berlanjutnya masalah akses dan keterbatasan sumber daya.
Pemerintah daerah Aceh Tengah telah menerjunkan alat berat ke lokasi-lokasi kritis untuk mempercepat pembukaan akses jalan. "Alat berat milik Pemda juga masih bekerja membuka akses ke 97 kampung tersebut," ungkap Mustafa.
Walau demikian, upaya ini belum cukup maksimal untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat. Terbatasnya mobilitas kendaraan turut mempengaruhi kecepatan dalam penyaluran bantuan yang sangat dibutuhkan.
Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: