BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 04 DESEMBER 2025 • 15:25 WIB

Bahaya Makan Sendiri: Dampak Terhadap Lansia dan Kesehatan Mental

Bahaya Makan Sendiri: Dampak Terhadap Lansia dan Kesehatan MentalBahaya Makan Sendiri: Dampak Terhadap Lansia dan Kesehatan Mental

Kebiasaan makan sendiri semakin marak, berpotensi menimbulkan risiko kesehatan fisik dan mental, terutama pada lansia. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa seringnya makan sendirian dapat memperparah kondisi kesehatan individu yang lebih tua.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan

Tim peneliti dari Flinders University, Australia, menemukan bahwa lansia yang sering makan sendiri berisiko mengalami penurunan kualitas pola makan. Hasilnya diterbitkan dalam jurnal Appetite, mengungkapkan fakta mencengangkan tentang dampak kebiasaan ini.

Risiko Kesehatan Pada Lansia yang Makan Sendiri

Studi menunjukkan bahwa lansia yang terbiasa makan sendiri cenderung mengonsumsi makanan kurang bergizi. Penurunan asupan protein yang signifikan dari 58 gram menjadi 51 gram per hari menjadi perhatian serius.

Dampak dari penurunan asupan nutrisi ini bisa sangat berbahaya, memicu hilangnya massa otot dan menurunnya kekuatan fisik. Dengan adanya kelemahan ini, risiko ketergantungan pada orang lain pun meningkat.

Di Swedia, studi mencatat bahwa lansia yang makan sendiri mengonsumsi makanan siap saji empat kali lebih banyak dibanding mereka yang makan bersama. Makanan siap saji yang umumnya tinggi garam dan gula menambah buruk kualitas pola makan mereka.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online

Dampak Psikologis dari Makan Sendiri

Kebiasaan makan sendirian tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik. Ada juga pengaruh psikologis yang signifikan yang perlu diperhatikan.

Ketidakhadiran interaksi sosial saat makan mengurangi motivasi untuk memilih makanan yang lebih sehat. Peneliti menekankan pentingnya aspek sosial dalam kebiasaan makan untuk mendorong pola makan yang baik.

Makan sendirian membawa beban psikologis tersendiri, menghilangkan isyarat sosial yang biasanya mendorong seseorang untuk makan lebih banyak dan memilih makanan yang lebih bergizi.

Pencegahan dan Saran untuk Meningkatkan Pola Makan

Frailty atau ketidakberdayaan adalah sindrom terkait menurunnya kekuatan tubuh dan kemampuan pulih dari tekanan. Peningkatan risiko jatuh dan hilangnya kemandirian menjadi masalah serius yang bisa dihindari.

Para ahli merekomendasikan dokter dan tenaga medis untuk lebih memperhatikan kebiasaan makan pasien lansia dalam pemeriksaan rutin. Melibatkan keluarga untuk makan bersama dapat menjadi langkah pencegahan yang efektif.

Interaksi sosial saat makan tidak hanya menguntungkan bagi lansia, tetapi juga semua usia. Menciptakan kebiasaan makan bersama adalah langkah sederhana namun bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Bahaya Makan Sendiri: Dampak Terhadap Lansia dan Kesehatan Mental

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!