Dini Ancaman Bibit Siklon Tropis di Indonesia hingga Februari 2026
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani baru-baru ini mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi bibit siklon tropis yang dapat terjadi hingga Februari 2026.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz
Ancaman cuaca ekstrem ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor, yang bisa membahayakan masyarakat.
Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa siklon yang terbentuk di dekat garis khatulistiwa adalah fenomena langka bagi wilayah tropis, termasuk Indonesia.
Ia menyoroti bahwa efek Coriolis biasanya membelokkan angin menjauhi daerah ekuator, sehingga siklon jarang terjadi di area ini.
Meskipun langka, Faisal menegaskan bahwa fenomena ini tetap mungkin terjadi di Indonesia, dengan contoh badai yang menerjang Aceh pada tahun 2001.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Banjir dan badai saat itu menyebabkan total korban mencapai 528 orang dan mencatatkan sejarah kelam.
Berdasarkan analisis terkini, BMKG memprediksi potensi pembentukan bibit siklon ini akan mengancam wilayah perairan selatan Jawa, dengan tanda-tanda yang sudah terdeteksi sejak bulan November.
Faisal mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi ancaman ini.
BMKG berkomitmen untuk menyampaikan perkembangan informasi cuaca secara berkala kepada publik.
Ia juga menekankan pentingnya langkah mitigasi dini, dengan meminta pemerintah daerah untuk mempersiapkan logistik, kesiapan SAR, dan pembersihan jalur-jalur drainase.
Baca juga: Kerusuhan di Tamansari: Protes Berujung Kekacauan di Sekitar Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: