Menyikapi Anemia Kronis: Bahaya Tersembunyi yang Perlu Diwaspadai
Anemia kronis bukanlah masalah sepele; jika dibiarkan, bisa memicu berbagai komplikasi serius. Banyak yang masih menganggap remeh kondisi ini, padahal dampaknya bisa sangat mengkhawatirkan.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan
Berdasarkan data dari Kemenkes, jumlah penderita anemia di Indonesia terus meningkat. Kondisi ini tak hanya mempengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga kualitas hidup sehari-hari.
Anemia kronis adalah kondisi ketika jumlah sel darah merah atau hemoglobin dalam tubuh lebih rendah dari normal dalam jangka waktu yang lama. Hal ini biasanya disebabkan oleh kehilangan darah, defisiensi nutrisi, atau penyakit kronis lainnya.
Berdasarkan survei, anemia terjadi pada sekitar 50% wanita hamil dan 40% anak-anak di bawah lima tahun di Indonesia. Kondisi ini sering kali tidak terdeteksi pada tahap awal, karena gejalanya bisa sangat ringan pada awalnya.
Anemia kronis dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kelelahan, pusing, dan jantung berdebar. Risiko komplikasi jangka panjang juga meningkat, termasuk gangguan jantung dan pembuluh darah.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
"Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, anemia kronis dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gagal jantung," ungkap Dr. Budi, seorang spesialis penyakit dalam. Ini menunjukkan betapa pentingnya untuk tidak menganggap enteng kondisi ini.
Selain itu, wanita hamil dengan anemia kronis juga berisiko mengalami persalinan prematur dan bayi dengan berat lahir rendah. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk secara rutin memeriksa kadar darah mereka.
Pencegahan anemia kronis meliputi pola makan yang seimbang dengan cukup asupan zat besi dan vitamin B12. Makanan seperti daging merah, sayuran hijau, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan sangat bermanfaat.
Selain itu, melakukan pemeriksaan darah secara rutin sangat dianjurkan, terutama bagi kelompok berisiko seperti ibu hamil, anak-anak, dan orang lanjut usia. Dengan melakukan ini, anemia dapat dideteksi lebih awal dan ditangani dengan lebih efektif.
Pengelolaan anemia kronis juga dapat melibatkan suplemen zat besi dan vitamin sesuai anjuran dokter. Penanganan yang tepat dan terencana bisa mencegah terjadinya komplikasi parah yang mengancam kesehatan.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: