BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 15:31 WIB

Xenotransplantasi Ginjal Babi: Harapan Baru dalam Pengobatan

Xenotransplantasi Ginjal Babi: Harapan Baru dalam PengobatanXenotransplantasi Ginjal Babi: Harapan Baru dalam Pengobatan

Xenotransplantasi kini menjadi sorotan utama dalam dunia medis, terutama untuk pasien yang membutuhkan donor organ ginjal. Proses ini melibatkan transplantasi organ dari spesies lain, seperti ginjal babi, yang telah mengalami modifikasi genetika.

Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi

Namun, keunggulan ini datang dengan tantangan besar berupa penolakan hiperakut yang dipicu oleh sistem imun manusia. Menyadari hal ini, ilmuwan melakukan berbagai penelitian untuk memahami dan mengatasi masalah ini.

Uji Klinis dan Penelitian yang Dilakukan

Penelitian terbaru melibatkan transplantasi ginjal babi yang telah direkayasa pada seorang resipien yang dinyatakan mati otak, tetapi jantungnya masih berfungsi. Selama 61 hari, tim peneliti memantau secara intensif dan mengumpulkan data dari berbagai sampel seperti jaringan, darah, dan cairan tubuh.

Kesempatan unik ini memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai interaksi antara sistem imun manusia dan ginjal babi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penolakan organ terjadi akibat dua komponen kunci: antibodi dan sel T yang mendeteksi dan menyerang zat asing.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku

Penemuan dan Terobosan dalam Penanganan Penolakan

Para peneliti berhasil membalikkan reaksinya penolakan ginjal melalui terapi kombinasi obat yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) AS. Langkah ini efektif dalam meredam aktivitas antibodi dan sel T yang bertanggung jawab atas penolakan.

Dr. Robert Montgomery, penulis utama studi, menegaskan, 'Hasil kami lebih mempersiapkan kami untuk mengantisipasi dan mengatasi reaksi imun yang berbahaya selama transplantasi organ babi pada manusia yang hidup.' Selain itu, tidak ada bukti kerusakan permanen atau penurunan fungsi ginjal setelah intervensi obat.

Rekayasa Genetika Ginjal Babi

Ginjal yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Revivicor, anak perusahaan United Therapeutics, yang telah dimodifikasi genetik untuk mengurangi risiko penolakan. Teknik yang digunakan termasuk CRISPR-Cas9 untuk mengubah komponen genetik.

Modifikasi tersebut fokus menghilangkan gen GGTA1 yang merangsang produksi karbohidrat Alpha-Gal, dan menambahkan gen manusia seperti CD46, CD55, dan CD59 sebagai pelindung dari serangan sistem imun. Dr. Brendan Keating, penulis senior studi, menyatakan, 'Reaksi imun spesifik yang terungkap dalam investigasi kami memberikan target yang jelas untuk terapi guna meningkatkan keberhasilan xenotransplantation.'

Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Xenotransplantasi Ginjal Babi: Harapan Baru dalam Pengobatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!