BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 22 OKTOBER 2025 • 16:01 WIB

Memahami Osteoarthritis: Masalah Sendi yang Mengintai Lansia di Indonesia

Memahami Osteoarthritis: Masalah Sendi yang Mengintai Lansia di IndonesiaMemahami Osteoarthritis: Masalah Sendi yang Mengintai Lansia di Indonesia

Osteoarthritis atau radang sendi merupakan masalah kesehatan umum yang dihadapi oleh banyak lansia di Indonesia. Kondisi ini ditandai oleh gejala seperti nyeri sendi, kaku, dan pembengkakan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Mendengar Aspirasi dan Tuntutan

Risiko terkena osteoarthritis meningkat seiring bertambahnya usia, sehingga pemahaman mengenai penyakit ini menjadi penting untuk membantu lansia mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Apa Itu Osteoarthritis?

Osteoarthritis adalah bentuk arthritis yang paling umum dan biasanya terjadi pada orang di atas 50 tahun. Penyakit ini disebabkan oleh kerusakan kartilago sendi, yang berfungsi sebagai pelindung ujung tulang dan memudahkan pergerakan.

Ketika kartilago mulai menipis, tulang akan saling bergesekan, mengakibatkan rasa sakit. Gejala awal osteoarthritis umumnya ditandai dengan nyeri saat bergerak dan kaku di sendi setelah beristirahat.

Kondisi ini dapat mempengaruhi hampir semua sendi, tetapi yang paling umum terjadi di lutut, pinggul, punggung bawah, dan jari. Adanya riwayat keluarga dengan penyakit serupa dapat meningkatkan risiko seseorang terkena osteoarthritis.

Baca juga: Penjarahan di Rumah Politisi NasDem: Polisi Semakin Intensif Melakukan Penyelidikan

Gejala Osteoarthritis

Gejala osteoarthritis bervariasi tergantung pada tingkat keparahan penyakit. Tanda awal biasanya mencakup nyeri sendi saat beraktivitas, diikuti dengan pembengkakan dan kaku setelah beristirahat.

Dalam beberapa kasus, suara ‘berderak’ dapat terdengar saat sendi bergerak. Penyebaran suara ini menunjukkan adanya gesekan tulang yang berhubungan langsung, tanpa pelindung kartilago.

Gejala yang muncul sebaiknya tidak diabaikan, karena jika tidak diatasi, dapat menyebabkan penurunan fungsi sendi yang lebih parah dan mempengaruhi mobilitas sehari-hari.

Pengelolaan Osteoarthritis

Pengelolaan osteoarthritis mencakup beberapa pendekatan, termasuk perubahan gaya hidup dan terapi fisik. Olahraga ringan dapat membantu memperkuat otot-otot di sekitar sendi serta meningkatkan fleksibilitas.

Konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan terapi yang tepat sangat dianjurkan. Terkadang, penggunaan obat pereda nyeri seperti acetaminophen atau non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) direkomendasikan.

Diet juga memainkan peran penting; mengonsumsi makanan anti-inflamasi yang kaya omega-3 dan serat dapat membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri. Selain itu, menjaga berat badan ideal dapat mengurangi tekanan pada sendi.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Memahami Osteoarthritis: Masalah Sendi yang Mengintai Lansia di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!