Kegagalan Misi Pelayaran ke Gaza: Wanda Hamidah Berjuang untuk Kemanusiaan
Aktris dan aktivis sosial Wanda Hamidah mengumumkan kegagalannya dalam melanjutkan pelayaran ke Gaza melalui misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation: Tuduhan Provokasi Anarkis
Setelah 31 hari berlayar, Wanda menyampaikan kekecewaannya via video yang diunggah di Instagram, menegaskan keteguhannya untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Wanda Hamidah, yang kini berada di kapal Nusantara, menyatakan kekecewaannya setelah penyelenggara tidak memberikan izin untuk melanjutkan perjalanan.
Dalam pelayaran ini, kapal Nusantara membawa 11 aktivis dari enam negara yang semuanya berharap bisa menembus blokade Gaza.
"Mungkin ini adalah akhir dari perjalanan saya berlayar ke Gaza. Saya sangat bersedih hati... tapi qadarullah mungkin saya harus kembali ke Indonesia," ungkap Wanda.
Baca juga: Pertemuan Presiden Prabowo dengan Serikat Pekerja: Membahas Aspirasi Buruh dan Kebijakan Ekonomi
Walaupun misi ini berakhir, Wanda menegaskan niatnya untuk kembali dengan armada yang lebih kuat.
"Insyaallah kita akan punya kapal sendiri yang lebih hebat lagi... Kita akan punya pejuang-pejuang Indonesia yang sudah muak melihat penjajahan," ujar Wanda.
Kekuatannya untuk terus berjuang demi Palestina mencerminkan semangat solidaritas yang tinggi.
Global Sumud Flotilla adalah upaya internasional untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dan menembus blokade Gaza.
Sejarah mencatat aksi serupa sebelumnya seperti Freedom Flotilla 2010 yang berujung pada pembantaian aktivis oleh militer Israel.
Istilah 'sumud' dalam bahasa Arab berarti keteguhan, yang merepresentasikan perlawanan tanpa kekerasan terhadap penindasan yang dialami oleh rakyat Palestina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: