Sabtu, 02 MEI 2026 • 17:28 WIB

Film 'Suamiku Lukaku' Hadir dengan Kisah Kekerasan Rumah Tangga yang Menggugah

Author

Film 'Suamiku Lukaku' Hadir dengan Kisah Kekerasan Rumah Tangga yang Menggugah

SinemArt telah meluncurkan trailer perdana untuk film bertajuk 'Suamiku Lukaku', yang membuka diskusi tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Film ini menyoroti kontras antara citra keluarga harmonis dan realitas menyakitkan yang sering terabaikan.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation: Tuduhan Provokasi Anarkis

Mengisahkan perjalanan Amina (Acha Septriasa) dan Irfan (Baim Wong), film ini menggambarkan ketegangan antara penampilan publik Irfan sebagai pemuka agama dan perilakunya yang jauh berbeda di dalam rumah.

Penggambaran Dinamika Hubungan Dalam Trailer

Trailer film 'Suamiku Lukaku' menyoroti hubungan yang penuh dengan kekerasan, baik fisik maupun verbal, antara Amina dan Irfan. Penonton melihat bagaimana Irfan, yang tampak mulia di luar, menyimpan sisi gelap dalam kehidupan pribadinya.

Momen keberanian Amina untuk mulai melawan menjadi titik balik dalam alur cerita. Dukungan penting dari Zahra (Raline Shah), seorang pengacara, menjadi kunci dalam perjuangan Amina untuk mengatasi kekerasan yang mengancam dirinya dan anaknya.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa

Pesan Sosial Dalam Film

Film ini mencerminkan kenyataan bahwa banyak perempuan terjebak dalam siklus kekerasan yang sulit diakhiri. Sutradara Ssharad Sharaan menyatakan, "Cerita ini mencerminkan kondisi di mana perempuan sering merasa terkurung dalam pernikahan yang terlihat sempurna tetapi menyimpan kekerasan."

Viva Westi, salah satu sutradara, menegaskan pentingnya memberikan suara kepada perempuan yang selama ini terbungkam. Dia berharap film ini dapat membuat para korban KDRT merasa didengar dan terinspirasi untuk melawan.

Soundtrack yang Menguatkan Emosi

Original soundtrack berjudul 'Aku Bangkit' oleh Kris Dayanti menjadi elemen penting dalam film ini. Lagu tersebut menggambarkan perjalanan emosional Amina, mencerminkan luka dan keberanian dalam upayanya untuk bangkit.

Kris Dayanti menyampaikan bahwa lagu ini adalah representasi dari rasa sakit dan harapan bagi perempuan yang mengalami kekerasan. Sinergi antara lagu dan film diharapkan menciptakan pengalaman yang mendalam bagi penonton.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU