Lagu 'Sinaran' karya Sheila Majid kembali mencuri perhatian, viral di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Popularitasnya mencerminkan kemampuan lagu ini menjangkau generasi baru dengan melodi catchy dan lirik yang menarik.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Pertama kali dirilis pada tahun 1986, 'Sinaran' dari album 'Emosi' telah menjadi simbol dalam dunia musik Asia Tenggara. Keberhasilannya melampaui batas waktu dan kini merayakan 40 tahun perjalanan musik yang luar biasa.
Sejarah dan Keberhasilan Lagu 'Sinaran'
'Sinaran' adalah lagu ikonik yang ditulis oleh Azman Abu Hassan dan diluncurkan pada tahun 1986. Sejak saat itu, lagu ini telah merebut hati banyak pendengar, tidak hanya di Malaysia tetapi juga di Indonesia.
Dengan vokal unik Sheila Majid yang memiliki karakter suara serak namun jernih, lagu ini mampu menyampaikan emosi yang mendalam. Perpaduan elemen jazz dan pop memberikan nuansa modern, membuatnya tetap relevan hingga saat ini.
Aransemen yang memikat menjadi salah satu faktor penting yang membuat 'Sinaran' dikenang oleh pendengar. Kualitas musiknya menunjukkan daya tarik yang terus berlanjut melalui generasi.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih
Kebangkitan Tren City-Pop dan Dampaknya
Di tahun perayaan ke-40, tren City-Pop turut berkontribusi dalam mengangkat kembali popularitas 'Sinaran'. Genre musik ini, yang berasal dari Jepang, memiliki kesamaan estetika yang menarik perhatian generasi muda.
Generasi Z, yang memiliki ketertarikan pada estetika vintage, menemukan 'Sinaran' sebagai harta karun dari masa lalu. Lagu ini tidak hanya menjadi tren, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas musik yang lebih 'organik'.
Dengan video berfilter vintage, seperti VHS, lagu ini semakin memperkuat kesan nostalgia. 'Sinaran' menjadi lebih dari sekadar musik, melainkan sebuah pengalaman mendalam.
Pengaruh dan Transisi 'Sinaran' Melalui Generasi
'Sinaran' telah di-cover oleh banyak penyanyi dari beragam genre musik dalam empat dekade terakhir. Fleksibilitas lagu ini menunjukkan bahwa komposisi musiknya dapat beradaptasi dengan berbagai interpretasi.
Versi akustik, EDM, hingga aransemen orkestra, semuanya mampu menarik perhatian pendengar dengan cara yang berbeda. Popularitas lagu ini menunjukkan bahwa meskipun zaman berubah, kualitas tetap mendapatkan pengakuan.
Rilis ulang lagu ini oleh MK K-Clique dan interpretasi baru oleh Rossa pada Oktober 2025 menjadi bukti bahwa 'Sinaran' tidak pernah surut dalam sorotan dunia musik.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: