Seorang pria asal Jepang, yang dikenal dengan nama samaran Toco, viral di media sosial setelah menjalani kehidupan sebagai anjing. Mimpinya untuk menjadi seekor anjing telah membawanya pada usaha bisnis terbaru.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Senne Lammens
Toco, yang bertransformasi menjadi anjing Collie dengan kostum yang diproduksi khusus, kini membuka Kebun Binatang Tokotoko di wilayah Kanto, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan hidup sebagai binatang.
Transformasi Menjadi Anjing
Toco mulai viral di media sosial karena transformasinya ke dalam wujud anjing Collie yang sangat realistis. Ia menyatakan, 'Keinginan ini (menjadi hewan) sudah muncul sejak lama, sepanjang yang saya ingat.'
Sebagai seorang yang mencintai anjing, Toco memilih Collie karena ukurannya yang cukup besar dan mirip dengan tubuh manusia. Ia menambahkan, 'Saya sangat menyukai hewan-hewan lucu yang berkaki empat.'
Walaupun ada anggapan bahwa ia lelah menjadi manusia, Toco menyatakan dengan tegas, 'Aku tidak pernah mengatakan lelah menjadi manusia. Hati-hati dengan informasi yang salah.'
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Proses pembuatan kostum anjing Collie yang dipakai Toco memakan waktu 40 hari dan menghabiskan biaya sekitar 2 juta yen, menurut pihak Zeppet yang memproduksi kostum tersebut.
Mendirikan Kebun Binatang Tokotoko
Impian masa kecil Toco terwujud ketika ia membuka Kebun Binatang Tokotoko, di mana pengunjung dapat berinteraksi dengan kostum binatang. 'Anda bisa memakai kostum dan merasakan hidup sebagai binatang,' ungkapnya.
Kebun binatang ini berlokasi di Kanto dan beroperasi 1-2 hari dalam sebulan, menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung untuk menyewa berbagai kostum binatang, termasuk anjing jenis Alaskan Malamute.
Menurut informasi terkini di website resmi, reservasi untuk kebun binatang ini hampir penuh, tetapi tetap akan beroperasi hingga Desember 2025. Hal ini menunjukkan antusiasme publik terhadap pengalaman unik ini.
Kebun Binatang Tokotoko tidak hanya menjadi tempat hiburan, tetapi juga menciptakan ruang bagi orang-orang untuk mengeksplorasi sisi lain dari identitas mereka melalui interaksi dengan kostum binatang.
Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: