Kamis, 15 JANUARI 2026 • 17:35 WIB

Meta Alihkan Fokus dari Metaverse ke Kecerdasan Buatan

Author

Meta Alihkan Fokus dari Metaverse ke Kecerdasan Buatan

Meta, yang sebelumnya dikenal sebagai Facebook, kini mengambil langkah dramatis dengan mengurangi fokus pada metaverse dan lebih memprioritaskan pengembangan kecerdasan buatan (AI). Keputusan ini muncul setelah pemutusan hubungan kerja pada lebih dari 1.000 karyawan di divisi Reality Labs.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi baru CEO Mark Zuckerberg untuk merestrukturisasi perusahaan agar bisa lebih kompetitif di pasar teknologi. Kini, Meta mengalihkan anggaran dari proyek metaverse yang tidak menunjukkan hasil ke dalam inisiatif AI.

Pemangkasan dan Perubahan Fokus di Meta

Meta telah melakukan pemutusan hubungan kerja yang signifikan, berdampak pada lebih dari 1.000 karyawan di divisi Virtual Reality (VR). Perusahaan juga menutup beberapa studio pengembangan, yang diperkirakan akan mempengaruhi lebih dari 10% dari divisi hardware.

Keputusan ini diambil menyusul laporan dari CNBC yang menyatakan bahwa Mark Zuckerberg berusaha merestrukturisasi perusahaan setelah proyek metaverse tidak memberikan hasil yang diharapkan. "Kami menyadari pentingnya merestrukturisasi pendekatan kami terhadap teknologi baru," kata Zuckerberg dalam pernyataan resminya.

Meta sekarang akan mengalihkan anggaran dan sumber daya dari proyek VR untuk mendukung kacamata AI dan perangkat wearable. Ini mencerminkan pergeseran dari teknologi ambisius menuju solusi yang lebih praktis.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat

Investasi pada Kecerdasan Buatan

Dengan pengurangan fokus pada metaverse, Meta berkomitmen untuk meningkatkan investasi di kecerdasan buatan. Dalam setahun terakhir, perusahaan menginvestasikan USD 14,3 miliar untuk mencari bakat terbaik di sektor ini.

Zuckerberg juga mengumumkan bahwa Vishal Shah, yang sebelumnya memimpin divisi metaverse, kini akan memimpin pengembangan produk AI. "Kami percaya bahwa investasi dalam kecerdasan buatan akan menjadi kunci untuk pertumbuhan kami di masa depan," ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi ini, Meta dijadwalkan meluncurkan model AI terbaru yang dikenal dengan nama kode Avocado pada kuartal pertama tahun ini. Ini menunjukkan upaya Meta untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar di bidang AI.

Masa Depan VR dan Kemitraan Strategis

Meskipun mengurangi ambisi di area metaverse, Meta tetap berupaya mempertahankan beberapa aspek VR. Perusahaan berusaha menarik pengembang game dari platform seperti Roblox untuk menciptakan pengalaman menarik di Horizon Worlds.

Roblox, yang memiliki lebih dari 150 juta pengguna harian, menunjukkan bahwa model permainan virtual ini cukup menarik bagi generasi muda. "Kita bisa belajar dari perkembangan dan penerimaan platform lain untuk membangun Horizon Worlds yang lebih kuat," komentar Ben Hatton, analis CCS Insight.

Berita terkini juga mengungkapkan bahwa Meta akan memindahkan aplikasi kebugaran VR, Supernatural, ke mode pemeliharaan dengan tim yang sangat kecil. Langkah ini menunjukkan bahwa meskipun ada hambatan, Meta tidak sepenuhnya meninggalkan ruang VR.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU