Pada tahun 2026, lebih banyak orang di Indonesia akan memiliki kesempatan untuk menanamkan chip ke dalam otak mereka melalui perusahaan Neuralink.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Elon Musk mengungkapkan bahwa perusahaan ini akan beralih ke prosedur bedah otomatis sepenuhnya, meningkatkan akses dan keamanan bagi pengguna.
Produksi Massal dan Proses Otomatis
Neuralink telah memulai langkah besar dengan produksi massal perangkat otak-komputer. Ini menjadikan teknologi yang awalnya terbatas bagi sebagian orang, kini lebih mudah diakses.
Dengan transisi menuju prosedur bedah otomatis, Neuralink berharap dapat meningkatkan efektivitas pemasangan chip dan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan.
Proses ini juga dirancang untuk mempercepat waktu operasi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan jumlah orang yang mendapatkan akses ke teknologi tersebut.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih
Kegunaan dan Manfaat Implan
Implan yang dikembangkan oleh Neuralink ditujukan untuk membantu individu dengan cedera atau kelumpuhan. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan dunia menggunakan pikirannya.
Dengan kemampuan mengontrol alat sehari-hari hanya dengan pikiran, implan ini menawarkan potensi tidak hanya dalam rehabilitasi tetapi juga di bidang produktivitas.
Hal ini berpotensi mengubah cara hidup banyak orang, memberikan mereka kembali sebagian dari kemampuan yang mungkin hilang sebelumnya.
Tantangan dan Persepsi Publik
Neuralink dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk aspek teknis dan isu-isu etika yang muncul. Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) di AS sempat menolak permohonan mereka untuk uji coba lebih awal.
Namun, setelah berhasil melakukan uji coba pada manusia pada tahun 2024 dengan melibatkan 12 pasien berstatus kelumpuhan parah, mereka menunjukkan bahwa chip ini dapat bermanfaat dalam jangka panjang.
Meskipun demikian, persepsi publik terhadap teknologi ini bervariasi, dan diperlukan waktu untuk membangun kepercayaan di kalangan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: