Perusahaan teknologi asal China, Songyan Power, baru saja meluncurkan robot humanoid bernama 'Bumi' yang dibanderol dengan harga Rp23 juta, menjadikannya salah satu robot termurah di dunia.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Robot ini dirancang khusus untuk pendidikan dan interaksi dengan anak-anak, dengan penjualan yang direncanakan mulai Januari 2026.
Deskripsi dan Fitur Robot Bumi
Robot Bumi memiliki ukuran yang kecil dan ringan, sehingga mudah dioperasikan. Selain berjalan, berlari, dan menari, robot ini juga dapat merespons perintah suara dengan cukup baik.
Pengguna bisa memprogram robot ini dengan menggunakan alat drag-and-drop yang mudah, membuatnya sangat cocok bagi pemula yang ingin belajar tentang robotika.
Ini adalah solusi pendidikan yang tidak hanya interaktif, tetapi juga menyenangkan bagi anak-anak, membantu mereka belajar dalam suasana yang lebih menarik.
Baca juga: Inovasi Dolby Vision 2: Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup
Perbandingan Harga dan Produk Serupa di Pasar
Di pasar internasional, produk robot humanoid biasanya memiliki harga yang selangit. Sebagai perbandingan, robot Tesla Optimus di Amerika Serikat diperkirakan akan dihargai antara US$20.000 hingga US$30.000, atau setara dengan Rp334 juta hingga Rp500 juta.
Di sisi lain, robot Agility Robotics' Digit yang dikhususkan untuk penggunaan di fasilitas industri dibanderol dengan harga yang jauh lebih tinggi, sekitar US$250.000 atau Rp4,18 miliar.
Perbedaan harga yang signifikan ini menunjukkan bagaimana Robot Bumi dapat menarik perhatian di pasar yang kompetitif dengan menawarkan harga yang jauh lebih terjangkau.
Strategi Pasar dan Persaingan Global
Perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat cenderung lebih memprioritaskan produktivitas industri dan aspek keamanan, yang berujung pada pertumbuhan yang lebih lambat dalam adopsi oleh konsumen.
Sementara itu, strategi perusahaan-perusahaan di China lebih berfokus pada produksi cepat dengan biaya yang rendah, meski dengan margin keuntungan yang tipis.
Pendekatan ini menjadi cermin dalam persaingan yang lebih luas di sektor AI dan teknologi antara kedua negara, di mana inovasi dan harga menjadi faktor menentukan dalam menarik konsumen.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Senne Lammens
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: