Sebuah penelitian terbaru mengungkap kemungkinan manusia memancarkan cahaya seperti organisme bioluminescent lainnya. Fenomena ini mengejutkan banyak pihak dan membuka diskusi mengenai batasan etika dalam ilmu pengetahuan.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat
Bioluminesensi adalah kemampuan alami beberapa organisme untuk memancarkan cahaya, yang didasari oleh reaksi kimia dalam tubuh. Kini, ilmuwan mengeksplorasi teknik rekayasa genetik yang dapat mengubah gen manusia untuk memiliki kemampuan serupa.
Pengenalan terhadap Bioluminesensi
Bioluminesensi adalah kemampuan organisme untuk memancarkan cahaya, yang sudah dikenal melalui contoh seperti kunang-kunang dan beberapa jenis ikan laut. Proses ini terjadi akibat reaksi kimia dalam tubuh yang melibatkan zat yang disebut luciferin, yang bereaksi dengan oksigen menghasilkan cahaya.
Fenomena ini menarik perhatian para ilmuwan yang penasaran akan potensi penerapannya di bidang baru, terutama dalam konteks manusia. Studi tentang bioluminesensi tidak hanya terbatas pada dunia fauna, tetapi kini mulai menjelajahi kemungkinan untuk diterapkan pada makhluk hidup yang lebih kompleks.
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Teknik Mengubah Gen Manusia
Para ilmuwan telah memulai eksperimen untuk menggunakan teknik rekayasa genetik yang dikenal sebagai CRISPR untuk mengubah gen manusia agar dapat memancarkan cahaya. Penelitian awal menunjukkan adanya potensi untuk memasukkan gen penyebab bioluminesensi ke dalam sel-sel manusia.
Dengan menggunakan CRISPR, peneliti dapat mengedit gen yang ada, namun masih berada pada tahap awal dan belum cukup untuk diujicobakan secara klinis. Pengembangan lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya apa yang dapat dilakukan teknologi ini untuk manusia.
Implikasi dan Etika
Kemampuan menciptakan manusia bercahaya akan memunculkan sejumlah pertanyaan etis terkait dengan manipulasi genetik. Beberapa ahli berpendapat bahwa meskipun bioluminesensi mungkin terlihat menarik, mungkin ini akan menciptakan lebih banyak masalah daripada manfaat.
Penting bagi masyarakat ilmiah untuk terlibat dalam diskusi mendalam mengenai isu-isu ini sebelum ada usaha nyata untuk merealisasikannya. Diskusi tersebut harus mencakup risiko, manfaat, dan ketentuan etis yang berkaitan dengan pengeditan gen pada manusia.
Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: